Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Kredit Pintar Luncurkan Produk Pembiayaan bagi Petani

Ekonomi fintech
Desi Angriani • 22 Mei 2019 21:31
Jakarta: Kredit Pintar, layanan fintech Peer to Peer (P2P), meluncurkan produk pembiayaan baru khusus bagi petani. Produk yang bernama Petani Pintar ini menyediakan pembiayaan akses dengan cepat dan mudah guna mendukung pertumbuhan industri pertanian dalam negeri.
 
CEO Kredit Pintar Wisely Reinharda Wijaya mengatakan kehadiran Petani Pintar akan mempermudah petani dalam meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat terus memainkan perannya dalam mendukung roda ekonomi Indonesia.
 
"Kami sebagai pemain teknologi finansial mendukung program pemerintah dalam industri 4.0 melalui Petani Pintar agar petani di Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya," ujar Wisely saat ditemui di Restoran Senyum Indonesia, Jalan Teluk Betung, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wisely menuturkan produk pembiayaan bagi petani jauh berbeda dengan layanan pinjaman perseorangan. Produk ini hanya bisa diakses bagi petani secara berkelompok atau Gapoktani. Karena itu, tata cara penagihannya juga menggunakan skema tanggung renteng yakni, jika salah satu anggota menunggak maka anggota lain dapat menutupi tnggakan itu secara bersama-sama.
 
"Pinjaman kelompok misal ada 10 orang yang meminjam, kalau ada yang lupa, temen-temen satu grup itu yang akan mengingaktkan kalau satu gagal bayar, sembilan lainnya akan nutupin. karena di desa kekeluargaannya tinggi sehingga NPL-nya akan lebih kecil," ungkap dia.
 
Adapun Petani Pintar menyasar petani dengan rentang usia 17 sampai 60 tahun, khususnya para ibu rumah tangga. Produk ini menyediakan pembiayaan bibit dan pupuk dari Rp1 juta-Rp2 juta dengan tenor delapan minggu dan bunga 6,6 persen. Saat ini Petani Pintar sudah diluncurkan di Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
 
Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia Kuseryansyah mengatakan bunga yang ditawarkan oleh layanan Petani Pintar cukup rendah di level 6,6 persen karena disubsidi silang oleh lender.
 
"Ini lebih menarik kalau bunganya segini," imbuhnya.
 
Di samping itu, ia menilai Kredit Pintar mencoba mencari segmen baru yang belum disasar oleh ratusan fintech lending lainnya. Dari kebutuhan 1.000 triliun untuk pembiayaan lewat fintech, teknologi finansial ini baru menyalurkan sebesar Rp28 triliun. Kredit Pintar sendiri baru melayani tiga juta nasabah dengan menyalurkan pinjaman lebih dari Rp4 triliun.
 
"Yang dilakukan Kredit Pintar perlu didorong karena menyasar segmen lokal yang unik," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif