Ilustrasi gudang Pupuk Indonesia. (FOTO: dok Pupuk Indonesia)
Ilustrasi gudang Pupuk Indonesia. (FOTO: dok Pupuk Indonesia)

Stok Pupuk Bersubsidi Pupuk Indonesia Mencukupi

Ekonomi pupuk indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 03 Juli 2019 16:47
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama seluruh anak usahanya yang bergerak di bidang industri pupuk, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di 34 Provinsi cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan.
 
Tercatat per 1 Juli 2019, stok pupuk bersubsidi yang berada di lini III (Gudang Kabupaten/Kota) dan lini IV (Kios) mencapai 1.302.493 ton. Jumlah ini terdiri dari 496.466 ton Urea, 386.720 ton NPK, 142.987 ton SP-36, 132.853 ton ZA, dan 143.467 ton organik.
 
Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan tugas yang diberikan Pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pupuk bersubsidi yang kami salurkan jumlahnya sudah ditentukan oleh Kementan, begitu pula dengan alokasi per daerah dan per jenis pupuknya," kata Wijaya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Sepanjang semester I-2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 4.585.033 ton, melampaui target alokasi sebesar 4.534.164 ton. Maka dari itu, Wijaya pun mengapresiasi peran para distributor dan kios resmi selaku garda terdepan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
 
"Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)," jelas dia.
 
Dalam menjalankan penugasan tersebut, Pupuk Indonesia Grup selalu menerapkan prinsip enam tepat. "Tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat jumlah". Tak hanya itu, lanjut Wijaya, dalam memastikan kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia Grup pun menunjang fasilitas distribusi dengan 19 Kapal laut, empat pelabuhan, dan 6.288 unit truck angkut.
 
"Hal itu sebagai upaya kami menjamin petani dapat dengan mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi. Kami pun senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan terutama bagi para petani," kata Wijaya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif