Tantangan Industri Pos Logistik untuk Dukung Perkembangan e-Commerce
Direktur Jasa Kurir PT Pos Agus F. Handoyo (tengah) Medcom/Eko.
Jakarta: PT Pos Indonesia (Persero) menilai ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri pos logistik dalam mendukung perkembangan e-commerce di Indonesia. Padahal bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi dapat mencapai USD130 miliar pada 2020.

"PR (pekerjaan rumah) kita bersama adalah bagaimana kita menjadikan bisnis e-commerce banyak dinikmati oleh pelaku industri dan masyarakat banyak," kata Direktur Jasa Kurir PT Pos Indonesia Agus F Handoyo di Kantor Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 17 April 2018.

Dirinya menambahkan tantangan utama yang dihadapi oleh industri pos logistik adalah kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan. Hal ini membuat perusahaan jasa pengantaran barang dituntut bisa melayani masyarakat di berbagai daerah.

Tak hanya itu, industri pos logistik juga harus bisa merespons perkembangan digital yang menjadi akar perkembangan bisnis e-commerce. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang teknologi dan informasi (IT).

"Di internal kita butuh kompetensi dari sisi IT. Kita harus bisa meng-adopt apa yang sudah berhasil dilakukan di luar negeri tapi ini kita sesuaikan dengan sistem logistik di Indonesia. Kita harus mempersiapkan diri, bagaimana kita menyiapkan operasi kita," jelas dia.

Selain itu, dirinya berharap agar perkembangan e-commerce bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di dalam negeri. Khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari promosi produk mereka.

"Banyak sekali barang yang dijual di e-commerce, itu mayoritas adalah produk dari luar negeri. Bagaimana kita mendorong produk UMKM kita untuk bisa mendominasi barang yang dijual di e-commerce," pungkasnya.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id