Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Bahlil: Dana LPI Bisa Digunakan untuk Bangun Ibu Kota Baru

Ekonomi investasi Virus Korona Ekonomi Indonesia Ibu Kota Baru Pemulihan Ekonomi Nasional
Antara • 09 Oktober 2020 08:46
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) akan mengelola dana investasi. Adapun salah satunya bisa digunakan untuk membangun ibu kota baru.
 
Bahlil mengatakan SWF akan mengelola dana dari sejumlah lembaga keuangan baik dalam maupun luar negeri. "Kemudian mereka akan melihat potensi investasi, salah satu di antaranya ibu kota baru," katanya, dikutip dari Antara, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Begitu SWF mengelola dana investasi yang masuk maka mereka akan mencatatkan investasinya di BKPM yang mengelola perizinan investasi. Dengan demikian, Bahlil mengatakan, peran antara SWF dan BKPM sama sekali berbeda dan tidak ada kewenangan yang diambil dengan pembentukan lembaga pengelola investasi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kewenangan BKPM tidak terambil sedikit pun. Mereka (SWF) semacam lembaga keuangan, lembaga pengelola investasi. Dan, ketika mereka mau eksekusi kegiatan mereka di lapangan, mereka buat JV (joint venture) atau perusahaan. Daftar di BKPM, dan dicatat," jelasnya.
 
Jika sumber dananya dari asing, nantinya investasi akan tercatat sebagai Penanaman Modal Asing (PMA). Demikian pula jika dana investasi dari dalam negeri maka akan tercatat sebagai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Proyek investasinya yang disasar pun bervariasi mulai dari infrastruktur, pengembangan ibu kota baru atau sektor energi.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan penyertaan modal untuk LPI atau SWF mencapai Rp75 triliun yang bersumber dari aset negara, aset BUMN, dan sumber lainnya. "Dalam PP-nya mengatur mengenai LPI ini dengan untuk penyertaan modalnya di mana kita berharap nilainya bisa akan mencapai Rp75 triliun atau sekitar USD5 miliar," katanya.
 
Sri Mulyani menuturkan melalui ekuitas tersebut maka pemerintah berharap dapat menarik dana investasi mencapai tiga kali lipat yaitu sekitar Rp225 triliun atau USD15 miliar. "Saat ini sedang dibuat PP-nya dan Presiden minta PP selesai cepat. Jadi kita lakukan instruksi presiden satu minggu," pungkasnya.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif