NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: dok MI
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: dok MI

Stimulus Jadi Cara RI Kurangi Dampak Pelemahan Ekonomi Global

Ekonomi Virus Korona sri mulyani insentif fiskal
Eko Nordiansyah • 27 Maret 2020 13:03
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah dalam mengurangi dampak pelemahan ekonomi dunia. Sejumlah stimulus diberikan sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan negatif di 2020, jauh di bawah perkiraan sebelumnya yang tumbuh tiga persen. Namun begitu, Menkeu mewaspadai seberapa dalam dan lama perlambatan ekonomi dunia akan terjadi.
 
"Ini tergantung kemampuan semua negara melawan pelemahan ekonomi. Untuk Indonesia kita melakukan seluruh instrumen besama-sama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh instrumen di bidang ekonomi," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya relaksasi di sisi moneter maupun fiskal dilakukan demi menjaga ekonomi nasional tetap bertahan. Tak hanya ekonomi, pemerintah juga memberikan perhatian penuh untuk penanganan masalah kesehatan akibat virus korona (covid-19).
 
"Saat ini sedang difinalkan keseluruhan paket yang sudah disampaikan oleh berbagai pihak, berbagai kementerian, dan pemerintah daerah untuk bisa memformulasikan kebijakan fiskal yang tepat, termasuk paket ketiga untuk bisa mendukung pertama penanganan covid-19 dari sisi kesehatan. Kedua melindungi masyarakat miskin dan terancam dari masalah PHK atau dari sisi sumber nafkahnya," jelas dia.
 
Sri Mulyani menambahkan stimulus ketiga ini masih diformulasikan pemerintah untuk nantinya segera diputuskan dalam sidang kabinet oleh Presiden Joko Widodo. Berbagai langkah tersebut diharapkan bisa meminimalisir kemungkinan dampak akibat covid-19.
 
Pemerintah sebelumnya menggelontorkan Rp10,3 triliun untuk stimulus ekonomi I yang terdiri dari delapan kebijakan yaitu kartu prakerja, kartu sembako, stimulus perumahan, insentif untuk wisatawasan mancanegara, insentif untuk wisatawan domestik, implementasi harga avtur, hibah daerah untuk dukungan wisata, dan tarif pajak hotel-restoran.
 
Kemudian pemerintah kembali merilis stimulus ekonomi II yang insentifnya sebesar Rp22,9 triliun. Stimulus ekonomi II diluncurkan terdiri dari empat kebijakan terkait sektor fiskal perpajakan, empat lainnya terkait non fiskal mengenai percepatan lalu lintas barang, ekspor impor, dan logistik barang-barang yang dibutuhkan untuk penanganan covid-19 ini.
 
Delapan kebijakan yang disasar tersebut antara lain relaksasi PPh Pasal 21, relaksasi PPh Ps 22 Impor, relaksasi Pengurangan PPh Ps 25, restitusi PPN dipercepat, penyederhanaan/ pengurangan lartas ekspor, penyederhanaan/ pengurangan lartas impor, percepatan proses ekspor-impor untuk reputable trader, dan percepatan proses ekspor-impor melalui National Logistics Ecosystem (NLE).
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif