Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

BI: Stakeholder Internasional Percaya Perekonomian RI Tumbuh Kuat

Ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 17 Maret 2020 19:21
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengapresiasi keputusan lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc (R&I) yang menaikkan kualitas kredit atau sovereign credit rating (SCR) Indonesia menjadi layak investasi atau BBB+/outlook stabil (Investment Grade) dari level stabil atau BBB/outlook stabil.
 
"Peningkatan rating Indonesia menunjukkan masih terjaganya keyakinan stakeholder internasional terhadap kinerja perekonomian Indonesia," ujar Perry dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Menurut Perry, kinerja perekonomian Indonesia akan tumbuh kuat seiring upaya bersama di area moneter, fiskal, dan reformasi struktural. "Upaya bersama tersebut untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang kuat, didukung oleh stabilitas makroekonomi," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, sebut dia, Bank Indonesia akan tetap waspada dan terus memonitor perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk dampak virus korona atau covid-19.
 
"Bank Indonesia akan tetap memperkuat bauran kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait lainnya dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi, mendorong reformasi struktural, dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi," tegas Perry.
 
Sebelumnya, R&I menyatakan keputusan peningkatan rating Indonesia didukung oleh beberapa faktor utama. Pertama, implementasi kebijakan yang kuat untuk meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi didukung fondasi politik yang kokoh. Dengan implementasi berbagai kebijakan tersebut, ekonomi diperkirakan berlanjut tumbuh stabil dalam jangka menengah.
 
Kedua, dengan memastikan defisit fiskal tetap terjaga, pemerintah dinilai menjaga rasio utang pada tingkat yang rendah. Ketiga, cadangan devisa relatif memadai terhadap utang jangka pendek.
 
"Resiliensi ekonomi Indonesia terhadap guncangan eksternal tetap terjaga seiring dengan stance kebijakan yang menekankan pada stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal."
 
Selama beberapa tahun terakhir ekonomi riil tumbuh sekitar lima persen per tahun. Meskipun merebaknya wabah virus korona dapat menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun pemerintah dan bank sentral bekerja untuk menopang perekonomian dan menjaga stabilitas makroekonomi.
 
Mempertimbangkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga dan lingkungan politik yang stabil, R&I memperkirakan perekonomian akan kembali membaik apabila dampak covid-19 dapat dikendalikan. Sementara itu, pengesahan Omnibus Law diharap dapat meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja.
 
"Implementasi aturan tersebut akan mendorong investasi dan mendukung penguatan fundamental ekonomi serta mendorong pertumbuhan dalam jangka menengah-panjang," pungkasnya.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif