Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)

Pemerintah Tunggu Kurs Stabil untuk Terbitkan Global Bond

Ekonomi surat utang kurs rupiah
Suci Sedya Utami • 08 Mei 2018 13:40
Jakarta: Pemerintah berencana menerbitkan surat utang negara (SUN) berdenominasi valuta asing USD atau pada semester satu tahun ini.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan dalam menerbitkan SUN dalam mata uang asing, pemerintah harus memastikan bahwa kondisi di pasar keuangan stabil.

"Penerbitan obligasi valas itu harus mencari waktu yang tepat di mana pasar itu stabil," kata Suahasil ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Mei 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Suahasil mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai wakil pemerintah yang mengelola keuangan tentu akan menghindari untuk mengeluarkan obligasi pada waktu yang dinilai tengah bergejolak dan dianggap tidak tepat. Saat ini, seperti diketahui kondisi di pasar nilai tukar dibayang-bayangi oleh penguatan USD terhadap rupiah. Rupiah melemah menembus level Rp14 ribu per USD.

"Kayaknya tidak ada yang dalam jangka waktu dekat," tutur dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, pada saat volatilitas di pasar keuangan tinggi, maka investor surat utang akan waspada (cautious) dan memilih untuk wait and see, sehingga akan membuat harga surat utang yang ditawarkan menjadi rendah karena investor lebih memilih untuk investasi di instrumen yang lebih menjanjikan.

Sebelumnya, pada April lalu, Kementerian Keuangan telah menerbitkan SUN dalam dua valuta asing yakni USD dan euro masing-masing sebesar USD1 miliar dengan tenor 10 tahun dan satu miliar euro dengan tenor tujuh tahun.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi