BKPM-Bank Pembangunan Tiongkok Teken MoU Perkuat Investasi
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis -- Foto: MTVN/ Eko Nordiansyah
Jakarta: Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Pembangunan Tiongkok atau China Development Bank (CDB). Kerja sama dalam lingkup promosi investasi ini dilakukan untuk mendorong peningkatan investasi sebagai penopang pertumbuhan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Chairman of Board of Directors CDB Hu Haibang usai resepsi jamuan makan malam dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan PM China Li Keqiang di Jakarta, Senin 7 Mei kemarin.

Lembong menyampaikan penandatanganan MoU diharapkan memperkuat platform kerja sama di bidang investasi oleh kedua negara.

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden RI dalam sambutannya, Tiongkok merupakan salah satu negara sumber investasi utama yang diharapkan dapat terus meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id, di Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.

Kerja sama investasi yang dilakukan oleh BKPM-CDB meliputi beberapa proyek utama di antaranya infrastruktur, sektor industri, pertanian, telekomunikasi dan ekonomi digital, serta sektor lain yang disepakati selanjutnya.

Dalam kegiatan resepsi jamuan makan malam kemarin, JK mengemukakan bahwa Tiongkok saat ini berada di peringkat tiga teratas bagi negara yang menanamkan modalnya di Indonesia. Tercatat investasi Tiongkok ke Indonesia mencapai USD3,4 miliar (data realisasi investasi BKPM periode tahun 2017). Untuk itu, JK menilai saat ini menjadi momentum yang tepat bagi investor-investor internasional untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Sementara itu, Li Keqiang menyambut positif dan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan investasi dua arah. Investasi yang dibidik terutama investasi Tiongkok di proyek-proyek empat koridor ekonomi di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali.

“Kami akan mendorong perusahaan-perusahaan di Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun koridor ekonomi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia,” kata Li.

Li menambahkan Tiongkok sangat tertarik untuk mengembangkan sektor logistik dan berencana untuk membentuk tim ahli dari kedua belah pihak untuk kemudian dapat merumuskan sektor-sektor unggulan untuk kemudian dipasarkan ke negara ketiga.

Dalam pernyataan pers sebelumnya, Li juga menekankan agar perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia, harus sebagian besar menyerap lapangan kerja dan tenaga kerja dari Indonesia. Dengan demikian, investasi tersebut menguntungkan kedua negara, khususnya masyarakat yang berada di daerah sasaran investasi.



 



(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360