Pemerintah Tarik Utang Rp179,26 Triliun hingga Mei 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menarik utang melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp179,26 triliun hingga Mei 2018. Penerbitan utang tersebut digunakan sebagai langkah untuk membiayai defisit anggaran.

Adapun target penerbitan SBN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dipatok sebesar Rp414,52 triliun. Artinya realisasi penarikan tersebut sudah mencapai 43,25 persen dari target di APBN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerbitan SBN menurun dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 sebesar Rp210 triliun atau juga turun dibandingkan dengan di 2016 yang sebesar Rp221,5 triliun.

Ani, sapaan akrabnya mengatakan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka realisasi tersebut tumbuh negatif 14,9 persen. Ia mengklaim penurunan tersebut menggambarkan kinerja pemerintah dalam mengelola APBN terutama utang semakin baik dan kredibel.



"Penerbitan surat utang turun drastis. Bahkan tahun ini negatifnya hampir mendekati 15 persen," kata Ani, dalam sebuah konferensi pers, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Di sisi lain, diakui Ani, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD serta kenaikan suku bunga oleh the Fed pada April dan Mei lalu cukup berpengaruh terhadap lelang SBN. Lelang SBN di akhir April dan awal Mei tidak memenuhi target karena investor cenderung menunggu dan melihat terhadap perkembangan pasar keuangan.

Permintaan investor terhadap imbal hasil melebihi kewajaran di pasar sekunder juga memengaruhi keputusan untuk tidak mengambil penawaran dalam lelang di awal Mei. Lebih jauh, ditegaskan Ani, hal tersebut terjadi hanya sementara lantaran pada akhir Mei lelang SBN kembali normal.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360