Gejolak Pasar Keuangan Saat Ini bukan Tanda-Tanda Krisis
Ekonomi Indonesia (ANT/Risky Andrianto).
Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution menegaskan situasi volatilitas di pasar keuangan saat ini tak bisa diartikan sebagai lampu kuning terjadinya krisis keuangan selama 10 tahunan.

Darmin mengatakan, pergerakan mata uang rupiah yang melemah dalam beberapa bulan terakhir tak bisa menjadi satu-satunya hal yang dilihat untuk menilai sebuah krisis. Dia bilang, krisis terjadi bila sektor riil juga terkena dampak. Namun kenyataannya saat ini sektor riil berada dalam kondisi yang baik.

"Kalau krisis itu sektor riilnya juga harus goyang, yang kemudian memberi dampak pada sektor moneter, Kalau sekarang belum krisis lah. Jadi kalau sekarang ngomong lampu kuning agak berlebihan," kata Darmin di Gedung MA, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Mei 2018.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan meski demikian pemerintah terus memantau pergerakan ekonomi yang saat ini terjadi di mana sedang tercipta sebuah keseimbangan baru.

"Ya memang situasinya harus tetap diperhatikan, harus tetap dimonitor, kalau itu sepakat," jelas Darmin.

Secara terpisah, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan melihat ekonomi secara waspada dan hati-hati.

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan seluruh kebijakan yang dijalankan untuk merespons situasi yang berkembang tak hanya melihat secara satu sisi namun mencakup keseluruhan baik dari sisi pertumbuhan, fiskal, inflasi, nilai tukar serta neraca pembayaran yang tertekan oleh defisit transaksi berjalan.

"Kita memang perlu melakukan adjustment untuk situasi yang sekarang berkembang," pungkas Ani.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id