NEWSTICKER
Ilustrasi - - Foto: MI/ Pius Erlangga
Ilustrasi - - Foto: MI/ Pius Erlangga

Ekonomi RI Berpotensi Turun 0,09% Akibat Virus Korona

Ekonomi Virus Korona ekonomi indonesia
Antara • 21 Februari 2020 15:41
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan turun 0,09 persen akibat penyebaran virus korona atau COVID-19. Potensi perlambatan itu seiring terpangkasnya ekonomi Tiongkok sebesar satu persen tahun ini.
 
Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan setiap satu persen pertumbuhan ekonomi di Tiongkok akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia paling kecil sebesar 0,09 persen, dan maksimal 0,1 persen hingga 0,15 persen.
 
“Iya segitu (0,09 persen). Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi di Tiongkok itu akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia sebesar 0,09 persen atau maksimal 0,1 persen sampai 0,15 persen,” katanya di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fithra menyatakan potensi penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,09 persen karena virus korona tergolong tidak besar jika dibandingkan dengan kemungkinan turunnya perekonomian negara lain akibat wabah tersebut. Hal itu terjadi karena perekonomian Indonesia lebih bergantung pada faktor domestik, sehingga jika terdapat gejolak eksternal maka dampaknya tidak begitu besar.
 
“Itu besar tapi kalau dibandingkan seperti Vietnam, Thailand, dan Singapura, lebih besar karena mereka transaksinya dengan Tiongkok juga lebih besar daripada Indonesia dengan Tiongkok,” tambah dia.
 
Namun demikian, ia optimis perekonomian Tiongkok akan kembali bangkit dengan berkaca pada kasus SARS yang sempat melanda pada 2003 lalu. Kasus itu sempat menyebabkan penurunan, tapi pada akhirnya mampu mencatatkan pertumbuhan 14 persen.
 
“Meskipun dia melambat tapi tetap solid dan masih menjadi victory dunia serta harapan dunia. Saya rasa ini hanya shock sesaat saja karena kalau kita lihat ke depan akan lebih prospektif,” tegasnya.

 
Tak hanya itu, ia mengatakan para pasien yang telah mulai sembuh dari virus korona juga menjadi sinyal positif bagi dunia bahwa kasus ini segera berakhir sehingga aktivitas perekonomian akan normal kembali.
 
“Kita lihat banyak juga yang sudah sembuh jadi agak optimis ke depan tidak akan lebih anjlok dari satu persen,” ujar dia.
 
Sebagai informasi, COVID-19 telah menginfeksi 75.727 orang di 26 negara yang 74.578 terjadi di daratan Tiongkok dengan total 2.129 orang meninggal dan 16.526 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah menjalani perawatan.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif