Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di kawasan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di kawasan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Aplikasi Bonceng Dukung Wacana Pembatasan Diskon Tarif Ojol

Ekonomi ojek online
Husen Miftahudin • 16 Juni 2019 18:45
Jakarta: Founder and CEO Bonceng, Faiz Noufal mendukung wacana pemerintah untuk membatasi pemberian diskon tarif ojek online (ojol). Hal tersebut demi menjaga sehatnya persaingan usaha antarpenyedia aplikasi jasa ojol.
 
"Hal ini demi mendewasakan industri ini dalam jangka panjang, supaya industri secara keseluruhan terjadi persaingan yang sehat," kata Faiz saat dikonfirmasi, Minggu, 16 Juni 2019.
 
Seperti diketahui aplikasi penyedia ojol banyak memberikan diskon kepada pengguna jasa. Tak jarang dari mereka memberikan diskon 50 persen dari tarif normal, bahkan mematok tarif hanya Rp1 untuk sekali perjalanan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faiz mengungkapkan pemberian diskon merupakan hak dari masing-masing perusahaan. Namun ia berpandangan pemberian diskon jor-joran yang acap kali diberikan perusahaan layanan aplikasi transportasi online mengarah pada predatory pricing.
 
"Pemerintah dalam hal ini bisa untuk melindugi driver, konsumen, atau untuk menjaga kondisi pasar supaya sehat memberikan satu regulasi," jelas Faiz.
 
Menurut Faiz, jika monopoli benar maka ia memprediksi akan ada salah satu kompetitor tersingkir. Situasi ini dapat dimanfaatkan oleh yang bertahan untuk menaikkan harga.
"Sehingga yang bersangkutan bertahan akan lebih mudah memutuskan itu saat tak ada lagi kompetitor, karena tak khawatir konsumen berpaling," pungkas Faiz.
 

(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif