Presiden Joko Widodo. (FOTO: Antara/Sigid Kurniawan)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: Antara/Sigid Kurniawan)

Cara Jokowi Hadapi Dinamika Ekonomi Global yang Bergejolak

Ekonomi ekonomi dunia ekonomi global
Angga Bratadharma • 16 Agustus 2019 14:21
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dunia yang dihuni bersama tidak selamanya mulus dan stabil. Apalagi, sekarang ini semua negara di dunia sedang menghadapi dinamika ekonomi global yang terus bergejolak dan perubahan geopolitik yang efek negatifnya perlu ditekan sedemikian rupa.
 
"Tidak semuanya selalu pasti dan tidak selalu terduga sebelumnya. Krisis ekonomi melanda beberapa belahan dunia. Krisis iklim mengancam dunia dan kerusakan lingkungan menjadi ancaman kita bersama," kata Jokowi, di Gedung Nusantara, Kompleks MPR-DPR RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Jokowi, dalam Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, mengatakan kapasitas Indonesia dalam konteks ini adalah mengelola risiko guna menghadapi gejolak ekonomi gobal termasuk mengelola bencana yang tidak terduga bisa datang kapan saja dan di mana saja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kapasitas kita dalam mengelola risiko, menghadapi gejolak ekonomi global, dan mengelola bencana yang tidak terduga harus kita perkuat. Pembangunan kita harus sensitif terhadap berbagai risiko. Infrastruktur harus disiapkan mendukung mitigasi risiko bencana. Masyarakat juga harus waspada dan sadar risiko," tegas Jokowi.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan ring of fire yang melingkari wilayah Indonesia bisa menghadirkan bencana tanpa diduga sebelumnya. Bahkan, hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan wilayah rentan bencana. Artinya, sikap kewaspadaan untuk mengelola bencana itu menjadi sangat penting.
 
"Gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, tsunami, kebakaran hutan, hingga banjir. Oleh karena itu sikap sigap dan waspada menghadapi ketidakpastian sangatlah penting," tegasnya.
 
Di sisi lain, Jokowi mengatakan Indonesia harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain dalam berebut investasi. Masuknya arus investasi ke Tanah Air menjadi penting karena berkaitan dengan performa perekonomian, terutama mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
"Dalam kompetisi global yang ketat berebut pengaruh, berebut pasar, dan berebut investasi. Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Langkah demi langkah tidak lagi cukup. Lompatan demi lompatan yang kita butuhkan. Lambat asal selamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif