Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri). (FOTO: dok BI)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri). (FOTO: dok BI)

Gubernur BI: Komunikasi Dongkrak Kredibilitas Bank Sentral

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 08 Maret 2019 17:12
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan pentingnya komunikasi dalam setiap penetapan kebijakan bank sentral. Upaya itu dilakukan BI sejalan dengan mekanisme kebijakan, kerangka kerja, serta proses pengambilan keputusan.
 
"Komunikasi merupakan instrumen kebijakan yang sangat kuat agar kebijakan tersebut dapat diterima dengan baik oleh pemangku kepentingan. Apabila hal ini terwujud, maka kredibilitas bank sentral akan dapat dicapai," ujar Perry dalam keterangan tertulis yang dinukil dari laman resmi BI, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Menurut Perry, kredibilitas bank sentral penting untuk memberikan keyakinan kepada publik terhadap kebijakan yang ditempuh sehingga efektivitas kebijakan dapat tercapai. Meningkatnya kredibilitas bank sentral dipandang dapat meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan moneter itu sendiri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kredibilitas bank sentral yang baik akan memengaruhi rasionalitas publik, sehingga langkah kebijakan bank sentral khususnya dalam mengendalikan inflasi akan direspons secara positif oleh publik. Lebih lanjut, hal ini akan berdampak pada terjaganya stabilitas harga tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi," jelas Perry.
 
Terkait efektivitas kebijakan, Perry menyampaikan dua poin penting. Pertama, pilihan antara mengikuti aturan (rule of policy making) atau diskresi (discretion), khususnya terkait respons kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi di masa depan. Sementara kedua upaya untuk menghadapi perilaku rasional pelaku ekonomi.
 
"Apabila lembaga memilih diskresi dalam kebijakannya, maka akan muncul adanya inkonsistensi waktu kebijakan. Namun, jika mengikuti aturan kebijakan, maka konsistensi kebijakan yang ditempuh akan memperoleh respons kebijakan yang optimal," beber dia.
 
Dia bilang pemikiran ini mengubah pandangan mengenai independensi, akuntabilitas, transparansi dan komunikasi. Oleh karena itu, Gubernur BI menekankan pentingnya sinergi lintas sektor terutama dalam mendukung reformasi struktural ekonomi Indonesia.
 
"Selanjutnya, upaya untuk menyeimbangkan sisi permintaan (demand) dan penawaran (supply) di dalam perekonomian," ungkap Perry.
 
Di tempat yang sama, penerima Nobel Ekonomi 2004 Finn E Kydland menyampaikan bahwa bank sentral perlu memiliki komitmen untuk memastikan kebijakan ekonomi yang baik dicapai secara konsisten dari waktu ke waktu.
 
"Tanpa komitmen seperti itu, dapat diprediksi bahwa kebijakan ekonomi menjadi berorientasi jangka pendek, kehilangan manfaat dari konsistensi jangka panjang yang diperlukan untuk pertumbuhan berkelanjutan, menghasilkan kesejahteraan yang rendah bagi warga negara, serta dapat menimbulkan gangguan terhadap perdamaian," tutup dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif