Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Capital Inflow Rp9 Triliun Sokong Penguatan Rupiah

Ekonomi rupiah menguat
Dian Ihsan Siregar • 13 Januari 2017 17:55
medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengaku terjadi capital inflow dari 1-9 Januari 2017‎ sebesar Rp9 triliun atau setara USD700 juta. Hal itu membuat rupiah terhadap dolar AS (USD) bergerak relatif stabil dan cenderung menguat belakangan ini.
 
"Itu (capital inflow) kontribusi pada stabilitas kurs. Diketahui rupiah bergerak ‎relatif stabil dan hari ini cenderung menguat," ucap Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, saat ditemui di komplek Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
 
Selain itu, ‎sebut Perry, gerak rupiah juga dibantu oleh suplai permintaan valuta asing (valas) di dalam negeri yang cukup positif. "Juga ada perbaikan eskpor, naik dibanding bulan lalu, karena kenaikan harga komoditas, baik berupa batu bara, kelapa sawit, bahkan ekspor manufaktur juga naik karena tekstil kendaraan bermotor," ungkap Perry.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat kinerja ekspor dan rupiah yang membaik, tutur Perry, maka menunjukkan kegiatan ekonomi Indonesia yang membaik.
 
"Desember (ekspor) masih positif. Masih kelihatan surplusnya masih besar karena ekspor baik komoditas atau nonkomoditas yaitu manufaktur membaik, baik harga di komoditas atau permintaan di manufaktur. Jadi surplus neraca perdagangan kami perkirakan naik," jelas Perry.
 
Selain kondisi dalam negeri yang membaik, lanjut Perry, apresiasi nilai rupiah juga dipengaruhi sentimen eksternal yang bersumber dari sikap The Fed dan rencana pemerintah AS pasca terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS.
 
"Apa yang dilakukan AS atau The Fed sudah diekspektasi pasar. Dari hawkish menjadi dovish tidak banyak direspons pasar, maka hal itu menunjukan apa yang dilakukan AS sudah diantisipasi pasar. Itu menunjukkan faktor positif bagi rupiah," pungkas Perry.
 
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terhadap mata uang USD pada Jumat, 13 Januari 2016, sore terpantau melemah. Melemahnya rupiah senada dengan turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG).
 
Nilai tukar rupiah ditutup melemah hingga mencapai 58 poin atau setara 0,43 persen ke posisi Rp13.338 dibandingkan pembukaan pagi ini sebesar Rp13.305 per USD. Adapun rentang gerak rupiah sepanjang hari ini berada di posisi Rp13.287-Rp13.338 per USD dengan year to date (ytd) return sebesar -1,12 persen.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif