Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Legislator: Kualitas Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Optimal di Kuartal I-2022

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia DPR RI Perekonomian Indonesia
Antara • 12 Mei 2022 11:27
Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Kamrussamad menyatakan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 belum optimal karena ada dua variabel yang mutunya tidak memadai.
 
"Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini bisa meningkat pada angka lima persen. Namun ada dua komponen yang kualitasnya tidak memadai. Konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga," katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Anggota Komisi XI itu menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama cukup positif tapi konsumsi pemerintah minus tujuh persen. Artinya ada yang macet dalam belanja pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 0,19 persen. Ini mencerminkan daya beli masyarakat yang belum pulih total, terutama di masyarakat kelas menengah ke bawah," tegasnya.
 
Menurutnya pertumbuhan ekonomi kuartal pertama untuk konsumsi rumah tangga menjadi dasar penting bagi pemerintah melakukan penetapan kebijakan harga bahan bakar dan listrik. "Kalau konsumsi masyarakat yang masih rendah ditambah dengan peningkatan harga bahan bakar dan listrik, konsumsi masyarakat akan makin tertekan," jelasnya.

Perlu menjaga daya beli masyarakat

Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik dan Kepala Studi Ekonomi Politik LKEB UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat yang masih berada di bawah posisi sebelum covid-19 pada kuartal I-2022.
 
"Jika dilihat dari sisi pengeluaran maka terlihat konsumsi rumah tangga masih di bawah ambang normal sebelum covid-19. Kuartal I-2022 konsumsi rumah tangga tumbuh 4,34 persen tahun ke tahun atau di bawah konsumsi rumah tangga yang normalnya adalah 5,0 persen," kata Achmad yang juga Co-Founder Narasi Institute.
 
Konsumsi rumah tangga tercatat meningkat untuk sektor tersier seperti hotel, angkutan, dan restoran yang biasanya dikonsumsi masyarakat kelompok menengah ke atas. Sementara itu, menurutnya, masyarakat kelompok menengah ke bawah saat ini masih berjuang menghadapi kenaikan harga bahan pokok.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif