Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: Dok.MI
Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: Dok.MI

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Resesi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 06 Agustus 2020 16:39
Jakarta: Pemerintah diminta untuk menyiapkan skenario resesi. Meskipun pemerintah menyebut Indonesia belum mengalami resesi karena ekonomi baru terkontraksi 5,32 persen pada kuartal II, sementara pada kuartal I masih tumbuh positif 2,97 persen.
 
"Harusnya memang sudah kita siap dalam skenario-skenario resesi bukan skenario pemulihan karena akan berbeda skenario yang ditampilkan," kata Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad dalam video conference di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Tauhid menambahkan, jika pertumbuhan ekonomi terkontraksi sampai dengan kuartal IV, maka bisa dipastikan akan mengalami depresi. Menurutnya kondisi ini akan lebih mengkhawatirkan. Apalagi pandemi covid-19 juga belum bisa dikendalikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau pemerintah mengatakan sampai kuartal III nanti Oktober atau November secara resmi (resesi), ini menurut saya terlambat menyatakan. Apalagi kalau dalam tiga kuartal katakan lah kuartal IV nanti masih negatif maka sesungguhnya kita menuju depresi. Ini yang kita khawatirkan," ungkapnya.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menilai Indonesia saat ini belum masuk dalam kategori resesi. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi minus 5,32 persen secara year on year (yoy).
 
"Sebetulnya kalau dilihat dari year on year belum (resesi), karena ini baru pertama kali kita kontraksi," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Dibandingkan kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh negatif 4,19 persen. Sementara secara kumulatif untuk semester I-2020, ekonomi Indonesia tumbuh minus 1,26 persen dibandingkan dengan semester I tahun lalu.
 
Seluruh komponen pertumbuhan ekonomi juga mencatat pertumbuhan negatif di kuartal II-2020, yaitu konsumsi rumah tangga minus 5,51 persen, investasi minus 8,61 persen, ekspor minus 11,66 persen, konsumsi pemerintah minus 6,9 persen, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) minus 7,76 persen, dan impor minus 16,96 persen.
 

 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif