Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.

Pemerintah Lawan Melambatnya Perekonomian Global

Ekonomi ekonomi global
Husen Miftahudin • 22 Januari 2019 17:25
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui momentum pertumbuhan ekonomi global masih menghadapi tekanan. Ketidakpastian perdagangan ditambah pelemahan ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok membuat Dana Moneter International atau International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.
 
"Advance country mengalami pelemahan dan Tiongkok harus melakukan adjusment, ekonominya juga menunjukkan adanya suatu slow down. Oleh karena itu IMF menyampaikan bahwa untuk tahun 2019 ini mereka meng-cut proyeksinya 0,2 persen ke bawah," ujar Sri Mulyani dalam diskusi Forum A1 di Restoran Tjikini Lima, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF diakui Sri Mulyani di luar perkiraannya. Sebab, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu sempat memperkirakan ekonomi global pada 2019 ini tumbuh dari 3,7 persen menjadi 3,9 persen. Kondisi ini menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun menurut dia, tantangan eksternal ini tak separah gejolak ekonomi yang terjadi tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah tantangan dari sisi bahwa momentum yang berasal dari eksternal akan melemah, dan guncangan mungkin akan masih terjadi meskipun tidak seperti tahun 2018," ungkap Sri Mulyani.
 
Dia bilang, berlanjutnya guncangan ekonomi global membuat Pemerintah Indonesia harus tetap fokus menjaga faktor-faktor pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dalam negeri. "Kita tetap fokus bagaimana menjaga faktor-faktor pertumbuhan dan stabilitas ekonomi kita di dalam lingkungan yang berubah secara cepat," tegas Sri Mulyani.
 
Sebelumnya, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5 persen pada 2019 dan 3,6 persen pada 2020 atau turun masing-masing 0,2 persen dan 0,1 persen dari perkiraan Oktober 2018. Pemangkasan itu dipicu oleh pelambatan ekonomi Eropa, Tiongkok, perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, serta kemungkinan 'No Deal' Brexit.
 
Adapun pertumbuhan ekonomi di Zona Euro diproyeksikan melambat dari 1,8 persen pada 2018 menjadi 1,6 persen di 2019 atau lebih rendah 0,3 persen dibandingkan dengan proyeksi IMF tiga bulan lalu. Penurunan tersebut tercermin dari pelemahan ekspor oleh negara-negara Eropa seperti Jerman dan Italia.
 
IMF juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk negara-negara berkembang menjadi 4,5 persen atau turun 0,2 persen dari proyeksi sebelumnya. Hal ini lantaran kondisi eksternal ‎yang sulit selama beberapa bulan terakhir di tengah ketegangan perdagangan, kenaikan suku bunga acuan AS, penguatan USD, arus keluar modal, dan harga minyak yang tidak menentu.
 


 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi