Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/PANCA SYURKANI)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/PANCA SYURKANI)

Pemerintah Cari Cara Antisipasi Perlambatan Ekonomi Tiongkok

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi china tiongkok ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 22 Januari 2019 13:16
Jakarta: Pemerintah terus mencari cara guna mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi Tiongkok terhadap pereknomian Tanah Air. Pasalnya, melambatnya ekonomi di negara tersebut ditambah ekonomi Amerika Serikat (AS) yang juga melambat bisa memengaruhi kinerja ekspor Indonesia.
 
"Bagaimana kita mencari pasar yang baru, mendorong komoditi baru dan sebagainya. Enggak bisa juga secara sekaligus semua pasti bertahap," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Damin Nasution, di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Sementara secara ekonomi, lanjut Darmin, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada ekspor ke negara lain. Pasalnya motor penggerak ekonomi nasional juga dipengaruhi oleh tingkat konsumsi, investasi, hingga belanja pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ekspor melambat, impor cepat, pengurangannya jadi sedikit agak besar. Walau ekspor dan impor kita itu hampir sama besarnya, itu bedanya selalu sedikit sekali dampak ke pertumbuhan (ekonomi), itu selisihnya," jelas dia.
 
Meski demikian, Darmin enggan menyebut pemerintah terlalu khawatir terhadap perlambatan ekonomi di beberapa negara maju. Menurut dia pemerintah memang perlu bekerja lebih keras agar pertumbuhan ekonomi bisa tercapai sesuai dengan target.
 
"Jadi selalu ada pilihan untuk mengisi kekurangan (penggerak ekonomi) di lainnya. Kalian tanyanya selalu begitu, saya enggak pernah mau bilang enggak khawatir. Perlu kerja lebih keras, itu lebih benar," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok mencatat ekonominya tumbuh 6,6 persen secara year on year (yoy) pada 2018. Meski di atas target resmi sekitar 6,5 persen, namun angka ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 6,8 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif