Menperin Berharap Kawasan Industri Pacu Perekonomian Nasional
Illustrasi. Ant/Fanny Octavianus.
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakini, dengan terkoneksinya berbagai kawasan industri baik yang ada di Jawa maupun luar Jawa akan memacu pertumbuhan perekonomian nasional.

"Kalau semua kawasan industri tersambung, maka ekonomi kita akan kuat," kata Airlangga dikutip dari Antara, Rabu, 27 Juni 2018.

Airlangga berharap pengembangan kawasan industri seperti di wilayah Bekasi Selatan dapat direplikasi untuk 100 wilayah lainnya di Indonesia.

Contohnya kawasan industri Jababeka yang terbukti mampu memperlihatkan multiplier effect dari aktivitas industrialisasi dapat berkontribusi signifikan terhadap Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dengan satu juta orang lapangan pekerjaan yang berhasil diciptakan di kawasan industri tersebut, GDP-nya dari seluruh pabrik lebih dari USD35 miliar per tahun atau GDP-nya per kapita sebesar 35 ribu dolar AS," paparnya.

Capaian tersebut, menurut Menperin, sesuai dengan visi emas Indonesia tahun 2045."Target kita, rata-rata GDP per kapita Indonesia bisa 35 ribu dolar AS," katanya.

Oleh karena itu, pengembangan kawasan industri juga merupakan salah satu strategi dalam melaksanakan revolusi industri 4.0.

Melalui konsep Making Indonesia 4.0, dapat memfasilitasi pengembangan perwilayahan industri untuk mendorong kemajuan ekonomi kita.

"Apalagi kita punya koridor di Utara Jawa, ada kawasan industri di Bekasi, Karawang sampai Purwakarta. Selanjutnya, koridor Jawa Tengah, ada di Semarang dan Kendal. Sedangkan, Jawa Timur, antara lain di Gresik, Lamongan dan Tuban," ujarnya yang menambahkan di luar Jawa, pihaknya mendorong di Aceh, Morowali, Bontang, dan Bintuni.





(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id