Suasana jalan saat mudik Lebaran/MI/Panca Surkani.
Suasana jalan saat mudik Lebaran/MI/Panca Surkani.

Kemenhub Imbau Pemudik Naik Kapal Laut

Ekonomi transportasi laut
Suci Sedya Utami • 19 Mei 2014 19:30
medcom.id, Jakarta: Perayaan Hari Raya Idul Fitri kurang lebih tinggal dua bulan lagi. Menurut hasil sigi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, pemudik tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 27,9 juta.
 
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengungkapkan, arus puncak lebaran akan menjadi pusat perhatian Kementerian Perhubungan.
 
"Intinya, Lebaran manajemen arus puncak akan menjadi pusat perhatian. Kalau dihitung itu semua masuk, tapi untuk waktu tertentu kan ada aktivitas arus mudik yang tinggi," terang Bambang usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rencananya, Kementerian Perhubungan akan menambah angkutan mudik, yakni dua buah kereta. Tambahan kereta itu masih belum terealisasi sampai saat ini. "Ada prasarana yang memang belum bisa tercukupi. Meskipun ada seperti doble track, tapi kapasitas keretanya belum ditambah, jumlahnya masih terbatas," kata Bambang.
 
Selain itu, pihaknya berupaya menyediakan bus-bus di stasiun kunci. "Karena masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan bus untuk transportasi mudik. Jadi kita siapkan pada stasiun kunci," jelas Bambang.
 
Bambang merekomendasikan masyarakat yang ingin mudik dari Jawa ke Sumatra atau sebaliknya atau dari Jakarta ke Jawa Tengah agar menggunakan transportasi kapal laut. Pihaknya telah menyiapkan tambahan.
 
"Kapasitas fery dan kapal laut terutama Jakarta-Semarang. Kemudian Jakarta-Panjang (Lampung) untuk meringankan beban aktivitas di Selat Sunda. Fery juga disiapkan untuk Jakarta-Tegal-Semarang. Kita siapkan 2 atau 3 kapal tambahan," ujarnya.
 
Bambang mengimbau kepada para perusahaan agar mencairkan dan mentransfer gaji pegawai jauh-jauh hari sebelum lebaran. "Kasih dong THR, kasih libur panjang biar bisa mudik lebih cepat atau keberangkatan keluarga bisa dua kali. Misalnya anak istri dulu, kemudian bapak nyusul," kata Bambang.
 
(DOR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif