Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

BI Prediksi Inflasi Capai 2,7% di 2019

Ekonomi inflasi pertumbuhan ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 24 April 2019 06:14
Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis indikator perekonomian Indonesia terus membaik yang salah satunya adalah terkendalinya tingkat inflasi di sepanjang 2019. Pertumbuhan ekonomi bahkan cenderung positif setelah Pemilu rampung.
 
"Indikator terus menunjukkan perkembangan positif," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam pemaparan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Hasil survei BI terhadap indeks harga konsumen pada pekan ketiga April 2019 menjukkan tren positif. Inflasi pada April diperkirakan berada pada angka 0,31 persen. "Inflasi pantauan kami sesuai dengan survei pemantauan harga sampai pekan ketiga April 2019, di mana inflasi 0,31 persen," ungkapnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry memprediksi inflasi 2019 secara keseluruhan akan berada di bawah sasaran yang ditetapkan sebesar 3,5 persen. Angka tersebut juga bakan ditunjang dengan kebijakan moneter yang dijalankan.
 
"BI yakin akhir tahun ini inflasi akan di bawah 3,5 persen. Perkiraan kami year on year di 2,7 persen," tuturnya.
 
Perry menuturkan arus modal masuk terus membanjiri pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi ini berefek positif pada defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) di triwulan I-2019.
 
"CAD tahun ini akan mengarah ke 2,5 persen PDB. Triwulan I-2019 ini kemungkinan akan lebih rendah dari triwulan IV-2018 kemarin," kata Perry.
 
Lebih lanjut, BI akan terus memfokuskan kebijakan suku bunga dan nilai tukar untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian. Hal ini dilakukan khususnya guna mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.
 
Di triwulan I-2019, BI mempertahankan suku bunga acuan (BI7DRR) di 6,00 persen. BI juga menempuh berbagai kebijakan yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik antara lain melalui strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas di pasar melalui transaksi term-repo secara regular dan terjadwal, disamping FX Swap.
 
BI pun memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) menjadi 84-94 persen. Kemudian mengakselerasi pendalaman pasar keuangan melalui penguatan market conduct dan penerbitan ketentuan pelaksanaan instrumen derivatif suku bunga rupiah.
 
"Memperkuat kebijakan sistem pembayaran dengan memperluas elektronifikasi penyaluran bansos, transportasi, dan keuangan pemerintah daerah dan mempersiapkan QR lndonesia Standard (QRIS) sebagai standar QR code payment di Indonesia untuk memperluas interkoneksi dalam mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital," pungkasnya.

 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif