Indonesia tak Boleh Alergi dengan Investasi Asing
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Jakarta: Indonesia tidak boleh alergi pada investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia masih perlu peran FDI sebagai pihak swasta. Menurut dia, tidak masalah memperbesar FDI asalkan tujuannya untuk meningkatkan competitiveness melalui industri-industri yang berdaya saing. Apalagi dia bilang Indonesia kini ingin membangkitkan dan  mengembangkan industrialisasi yang mana perlu peran serta swasta.

"Jika kita ingin menjadi negara industri atau nilai tambahnya kuat mau enggak mau itu adalah dari swasta. Dan kita enggak boleh alergi dari FDI," kata Bambang dalam acara legacy talk Ganesha ITB 83, di Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 22 November 2018.

Lantas mengapa industrialisasi perlu dikembangkan lagi?

Bambang mengatakan semenjak harga komoditas meredup sejak 2013 dan puncaknya di 2014-2015, Indonesia tidak lagi memiliki sumber kekuatan untuk menopang ekonominya. Sebab selama ini Indonesia terlalu bermanja dengan booming harga komoditas yang membuat pertumbuhan ekonominya di angka 6,5 persen.

Namun setelah kejayaan komoditas redup, Bambang mengakui ekonomi Indonesia tidak bisa tumbuh dengan angka seperti itu. Mantan Menteri Keuangan ini mengatakan paling mentok dalam lima tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,3 persen.

Artinya, kata Bambang, dengan segala kekayaan yang dimiliki Indonesia belum bisa mencapai potensinya. Oleh karenanya dia bilang, yang dibutuhkan yakni memaksimalkan potensi yang dimiliki serta reformasi struktural.

"Jadi PR kita adalah industrialisasi yang selama ini absen dari ekonomi RI," jelas dia.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id