Menkeu Akui Krisis Suriah Pengaruhi APBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok: AFP).
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan krisis yang terjadi di Suriah turut memberi pengaruh bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terutama dari sisi pergerakan harga minyak.

Ani, sapaan akrab dirinya mengatakan, konflik di negara Timur Tengah itu menjadi salah satu yang juga diwaspadai pemerintah, meskipun dia mengakui pergerakan harga minyak tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak geopolitik di Suriah.

"Kalau masalah harga minyak itu banyak faktor, Suriah adalah salah satunya," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Dirinya mengatakan harga minyak bisa mengalami peningkatan dilihat dari berbagai faktor yakni secara objektif terkait supply dan demand serta secara subjektif yakni spekulasi kekhawatiran geopolitik dan juga keamanan yang tak bisa diproyeksikan secara tepat.

Kendati demikian, kata Ani, pemerintah terus menjaga pengaruh pergerakan harga terhadap perekonomian, daya beli masyarakat dan APBN

"Pemerintah selalu menjaga faktor ini secara berimbang, walaupun tidak bisa diprediksi tapi kita punya range siapa yang terkena tekanan dan dapat manfaat," jelas dia.

Adapun posisi harga minyak mentah Indonesia (ICP) hingga 31 Maret 2018 mencapai USD63 per barel. Angka ini jauh di atas asumsi dalam APBN yang sebesar USD48 per barel.

 



(SAW)