Illustrasi. Foto : AFP.
Illustrasi. Foto : AFP.

Konsumsi Rumah Tangga 'Tulang Punggung' Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun

Ekonomi ekonomi indonesia
Annisa ayu artanti • 07 November 2019 20:06
Jakarta: Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia melambat, Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan Indonesia tetap menjaga konsumsi rumah tangga.
 
Hal itu dikatakan Peneliti Indef Abdul Manap Pulungan karena konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Menurutnya, dengan konsumsi rumah tangga saat ini sebesar 5,01 persen pada kuartal III tahun ini, hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa bertahan di level lima persen.
 
"Saran saya pemerintah jangan lagi pemerintah membuat kebijakan yang mengacaukan konsumsi rumah tangga," kata Abdul Manap dalam diskusi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, opsi ini menjadi saran utama karena jika mengandalkan investasi dan industri butuh waktu lama untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi.
 
Lebih spesifik, Abdul Manap menambahkan pemerintah harus menjaga dua momen akhir tahun yakni momen Natal dan tahun baru. Jika pada kedua momen akhir tahun ini pemerintah tidak mengelola kebijakan dengan baik misalnya menaikkan harga pangan akan membuat daya beli turun dan kemudian berimbas pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang anjlok.
 
"Itu bisa dijaga dari sisi pemerintah agar tidak membuat kebijakan yang mengganggu daya beli masyarakat. Setidaknya ekonomi akan bertahan di kisaran lima persen lah," ucap dia.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2019 tumbuh sebesar 5,02 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 5,05 persen (yoy), pun melambat ketimbang periode sama 2018 sebesar 5,17 persen (yoy).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif