Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH )
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH )

Menkeu: Pemangkasan PPh Badan Dilakukan Bertahap

Ekonomi kenaikan pph pajak perpajakan
Suci Sedya Utami • 17 Agustus 2019 06:36
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) bagi badan usaha atau perusahaan akan dilakukan secara bertahap. Namun sayangnya, tidak dijelaskan lebih jauh mengenai makna bertahap tersebut berkaitan dengan besaran tarif penurunannya.
 
Wanita yang akrab disapa Ani ini menekankan pemerintah masih perlu waktu untuk membahas dalam kabinet satu hingga dua kali lagi. Dia mengatakan yang pasti penurunan tarif tersebut harus dibahas juga dengan DPR sebab diatur dalam Undang-Undang (UU) PPh. Dirinya mengatakan perlu konsultasi secara politik.
 
Namun sepertinya tidak bisa dilakukan di akhir masa sidang kali ini mengingat akan ada pergantian struktur di parlemen. Dia mengungkapkan revisi UU PPh juga akan sangat tergantung pada transisi pergantian struktur di DPR dan juga pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"RUU-nya nanti akan disampaikan, kalau secara efektif kan nanti kita bahas dalam UU-nya, efektifnya mungkin tidak di 2020, secara bertahap akan dilakukan," kata Ani, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji menurunkan tarif pajak bagi korporasi. Jokowi mengaku sudah menerima masukan dari kalangan pengusaha tentang penurunan tarif pajak demi menggerakkan perekonomian.
 
Bahkan, Jokowi sudah meneruskan aspirasi para pengusaha ke Kemenkeu. Merespons hal tersebut, Ani menyebut rencana pemangkasan PPh badan datri 25 persen menjadi 20 persen. Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyebutkan potensi pajak yang hilang akibat penurunan PPh Badan tersebut mencapai Rp87 triliun.
 
"Potensi kehilangnya Rp87 triliun. Kalau semuanya status quo turun dari 25 persen ke 20 persen," pungkas Robert.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif