NEWSTICKER
ilustrasi - - Foto: Bank Dunia
ilustrasi - - Foto: Bank Dunia

115 Juta Masyarakat Indonesia Terancam Kembali Miskin

Ekonomi bank dunia kemiskinan
Eko Nordiansyah • 30 Januari 2020 16:00
Jakarta: Bank Dunia menyebutkan sebanyak 115 juta kelas menengah di Indonesia terancam kembali miskin. Pasalnya, 45 persen dari total populasi itu belum mencapai keamanan ekonomi dan gaya hidup kelas menengah.
 
Dalam laporan Bank Dunia yang berjudul Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class, disebutkan 35 persen orang Indonesia tetap miskin atau rentan mampu meski angka kemiskinan RI berkurang drastis.
 
"Perhatian berkelanjutan diperlukan untuk mereka keluar dari subsisten dan memberi mereka peluang lebih besar," kata World Bank Acting Country Director untuk Indonesia, Rolande Pryce di Soehana Hall, Energy Building, SCBD, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rolande mengungkapkan Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan penurunan kemiskinan yang cukup baik selama setengah abad terakhir. Hal ini memungkinkan Indonesia untuk mencapai status pendapatan menengah karena selama 50 tahun ke depan, pertumbuhan rata-rata sebesar 5,6 persen akan membuat PDB per kapita tumbuh enam kali lipat menjadi hampir USD4.000.
 
Saat ini tercatat 52 juta orang Indonesia berada di garis menengah, atau satu dari setiap lima. Jumlah tersebut terutama berada di rumah tangga perkotaan yang telah mencapai keamanan ekonomi, bebas dari kekhawatiran tentang kemiskinan dan kerentanan, serta pendapatan mereka beralih dari subsisten ke konsumsi bebas.
 
"Sementara fokus yang berkelanjutan pada kemiskinan dan kerentanan tetap penting, tantangan Indonesia berikutnya adalah membawa lebih banyak jutaan orang Indonesia yang bercita-cita tinggi ke dalam kelas menengah," ungkap dia.
 
Adapun permintaan dari kelas menengah dapat mendorong pertumbuhan. Mereka adalah sumber dari hampir setengah total pengeluaran rumah tangga di Indonesia. Selain itu, mereka juga berinvestasi lebih banyak dalam sumber daya manusia.
 
"Dengan kebijakan yang tepat untuk memperluas kelas menengah dapat membuka potensi pembangunan Indonesia dan mendorong Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi," pungkas dia.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif