Menkeu: Indonesia Dapat Terdampak Perlambatan Ekonomi Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/ARYA MANGGALA)
Nusa Dua: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terdampak oleh potensi perlambatan ekonomi global yang terjadi di 2018 dan 2019. Adapun perlambatan itu di antaranya diakibatkan oleh perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta rencana kenaikan suku bunga AS.

"Negara berkembang akan mengalami pengaruh revisi ke bawah, entah melalui perdagangan internasional, atau suku bunga yang semakin mahal, Indonesia tidak terkecuali," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 10 Oktober 2018.

Ia menjelaskan kenaikan suku bunga AS yang berkelanjutan serta penguatan USD dapat menyebabkan biaya pinjaman menjadi lebih mahal serta membuat investasi menjadi tertahan dan tidak bisa tumbuh sesuai potensinya.

"Investasi biasanya meminjam uang, kalau sekarang pinjamnya mahal dan tidak menguntungkan maka mereka tidak jadi meminjam dan investasi berkurang. Itu kita harus hati-hati karena investasi sebenarnya baru mengalami perbaikan," ujarnya.

Padahal, menurut dia, kinerja investasi sedang menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dan sempat tumbuh pada kisaran 7,0-7,5 persen pada triwulan sebelumnya. Potensi perlambatan investasi ini dapat berdampak kepada berkurangnya permintaan dan lesunya laju impor serta turunnya pertumbuhan sektor perdagangan nasional secara keseluruhan.

"Impor menurun dalam rangka menurunkan defisit transaksi berjalan itu bagus, tapi impor sebagai tanda pertumbuhan melemah. Itu harus kita waspadai karena beda fenomenanya," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id