Waspada Penipuan Meminta Data Wajib Pajak
Gedung Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (MI/ANGGA YUNIAR)
Jakarta: Sehubungan dengan merebaknya kabar mengenai permintaan data Wajib Pajak (WP) oleh oknum tidak dikenal melalui telepon dengan ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta semua pihak waspada. Pasalnya, DJP Kemenkeu memiliki saluran komunikasi resmi dan tidak melalui telepon seperti kabar yang beredar.

Mengutip keterangan resmi DJP Kemenkeu, di Jakarta, Rabu, 21 November 2018, DJP Kemenkeu meminta semua pihak mewaspadai penipuan oleh oknum yang mengaku sebagai petugas DJP atau yang dengan cara lain mengatasnamakan DJP yang menghubungi wajib pajak melalui telepon, e-mail, SMS, faksimili, atau surat.

"Dan meminta atau menanyakan informasi penting seperti nama lengkap, tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), ataupun password dan EFIN untuk akun DJP Online," tulis siaran pers DJP Kemenkeu.

Saluran komunikasi resmi Ditjen Pajak adalah melalui Kring Pajak di nomor telepon 1500 200, dan situs web di alamat www.pajak.go.id. Telepon keluar (outbound) dari Kring Pajak 1500200 dilayani langsung oleh petugas Ditjen Pajak dan tidak menggunakan pesan yang direkam (recorded message) atau automated call (robocalls).

Media sosial resmi Ditjen Pajak adalah Twitter: @DitjenPajakRI, Facebook: DitjenPajakRI, Instagram: @DitjenPajakRI, dan YouTube: DitjenPajakRI.

Ditjen Pajak mengimbau wajib pajak untuk segera menghubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat atau Kring Pajak apabila menerima telepon, e-mail, SMS, surat, atau bentuk komunikasi lainnya yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak dan meminta atau menanyakan informasi pribadi dan/atau data perpajakan.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id