Pemerintah akan Mengubah Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Panca Syurkani).
Bogor: Pemerintah akan mengubah asumsi dasar makro ekonomi yang sudah ditetapkan sebagai modal penyusunan RAPBN 2019. Asumsi dasar yang diubah yakni pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, dan harga minyak.

"Akan ada beberapa yang kita ubah di dalam postur terakhir," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 Juli 2018.

Sri Mulyani mengungkapkan pertumbuhan ekonomi pada 2019 akan menjadi 5,3% dari 5,2-5,6%. Harga minyak menjadi US$ 70 per barel dari US$ 60-70 per barel. Sementara itu, nilai tukar masih akan melihat perkembangan terbaru. 

"Tren tadi malam The Fed Powell mengatakan dia kan jauh ambisius dalam menaikkan suku bunga karena data amerika serikat cukup positif. Ini harus diantisipasi. Jadi sifatnya ada perubahan yang dinamis," ucap Sri.

Asumsi dasar makro ekonomi 2019 sebelumnya disepakati untuk pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2-5,6%, tingkat inflasi diperkirakan 2,5-4,5%, tingkat suku bunga SPN tiga bulan diperkirakan 4,6-5,2%, nilai tukar di kisaran Rp 13.700-Rp 14.000 per dolar AS.

Harga minyak mentah US$ 60-US$ 70 per barel, lifting minyak 722-805 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,21-1,30 juta barel setara minyak.

Sedangkan target pembangunan tingkat pengangguran berada kisaran 4,8-5,2%, angka kemiskinan berada di kisaran 8,5-9,5%, gini rasio 0,38-0,39, lalu indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 71,98.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id