Suku Bunga The Fed Maksimal 3,5% dalam Dua Tahun Mendatang
Ilustrasi gedung The Fed. (FOTO: AFP)
Jakarta: Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan mengatakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed tidak akan melebihi 3,5 persen dalam dua tahun mendatang. Hal itu sesuai dengan perkiraan inflasi di AS yang relatif stabil di kisaran tiga persen.

"Dengan inflasi di AS diprediksi tidak melebihi tiga persen dalam 24 bulan ke depan plus suku bunga EUR, JPY, GBP, dan CNY diperkirakan tetap rendah, US fed funds rate diperkirakan tidak akan melebihi 3,5 persen dalam dalam 24 bulan ke depan," ujar Fauzi saat dihubungi, Minggu, 17 Juni 2018.

Sebagaimana diketahui, The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi dua persen dari sebelumnya 1,75 persen. The Fed diperkirakan masih melakukan kenaikan dua kali lagi hingga akhir tahun.

Bank Indonesia (BI) pun telah menaikkan suku bunga kebijakan 7-days repo rate 50 bps dalam dua minggu di Mei lalu dari level 4,25 persen menjadi 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menahan arus modal asing yang keluar akibat pembalikan dana ke AS.

Pada 27-28 Juni, BI akan kembali membahas pergerakan suku bunga, dengan sinyal terbuka kemungkinan untuk kembali naik dan responsif dengan kenaikan suku bunga fed funds rate.

Dengan perkiraan fed funds rate tidak melebihi 3,5 persen dalam dua tahun mendatang, suku bunga global 5,25 persen seperti sebelum krisis global 2008 tidak akan tercapai. Artinya, suku bunga global naik tapi tidak tajam.

Fauzi melanjutkan, belum ada bukti yang kuat penurunan suku bunga acuan BI memicu pertumbuhan kredit. Kenaikan BI reverse repo rate membantu menstabilkan kurs IDR.

"LPS memperkirakan di 2018 pertumbuhan kredit 10 persen, pertumbuhan PDB 5,3 persen di Indonesia. Karena kenaikan suku bunga acuan BI terbatas yaitu di bawah 100 bps, dampaknya ke pertumbuhan kredit juga kecil," tukas Fauzi Ichsan. (Media Indonesia)

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id