Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

Cuma Stempel, Kondisi Resesi Sudah Terasa Sejak Awal Pandemi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 03 September 2020 15:38
Jakarta: Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menilai kondisi resesi sebenarnya sudah dirasakan sejak kasus pertama covid-19 di Indonesia. Penurunan aktivitas perekonomian yang sudah terjadi pada akhirnya akan membawa Indonesia masuk dalam resesi.
 
"Resesi itu hanya stempel saja, stempel untuk kondisi yang sudah kita jalani selama enam bulan terakhir. Bukan awal dari periode yang totally berbeda," kata dia kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 3 September 2020.
 
Resesi bisa diartikan sebagai kontraksi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Indonesia sudah mengalami pertumbuhan negatif 5,32 persen pada kuartal II meski masih tumbuh positif 2,97 persen di kuartal I. Artinya jika kuartal III kembali negatif, maka dipastikan Indonesia masuk dalam resesi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, Piter menilai tidak akan ada perubahan signifikan dari sebelum resesi dengan setelah resesi ketika kuartal III kembali terkontraksi. Namun Ia menilai titik terendah untuk kontraksi ekonomi sudah dilewati pada kuartal II lalu.
 
"Artinya apa yang kita jalani sama saja. Bahkan kalau kita lihat indikator ekonomi saat ini sudah ada perbaikan. Semua indikator menunjukkan adanya kenaikan. Titik terendah kita sudah lewat di kuartal II yang lalu," jelas dia.
 
Bukan hanya pertumbuhan ekonomi, pandemi covid-19 juga menyebabkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Saat ini PHK diperkirakan sudah mencapai angka 2,1 juta, sementara kemiskinan naik dari 9,41 menjadi 9,78 persen.
 
Piter menambahkan, masyarakat tak perlu khawatir dengan kondisi yang ada saat ini. Pasalnya Ia meyakini perekonomian akan kembali pulih dengan syarat pandemi covid-19 bisa diatasi. Masyarakat hanya perlu membantu pencegahan agar covid-19 tidak meluas.
 
"Jadi walaupun kita resesi tidak perlu khawatir, kehidupan kita seperti biasa bahkan saat ini menunjukkan perbaikan. Yang harus diutamakan adalah bagaimana menjaga kesehatan, mencegah penyebaran wabah," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif