Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pengguna Facebook, Apple, hingga Tiktok Mulai Kena PPN 10%

Ekonomi pajak Kementerian Keuangan PPN
Eko Nordiansyah • 02 September 2020 10:29
Jakarta: Pengguna Facebook, Apple, hingga Tiktok akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Sejak 1 September, para pelaku usaha tersebut mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia.
 
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan terdapat 10 entitas luar negeri yang pada Agustus lalu telah ditunjuk sebagai pemungut PPN atas penjualan produk digital kepada konsumen di Indonesia.
 
"Mulai 1 September kemarin sudah mulai melaksanakan kewajibannya. Pemungutan PPN selama bulan September ini akan mereka setorkan paling lambat akhir Oktober nanti," kata dia kepada Medcom.id, Rabu, 2 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepuluh pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut PPN adalah Facebook Ireland Ltd, Facebook Payments International Ltd, Facebook Technologies International Ltd, Amazon.com Services LLC, Audible, Inc, Alexa Internet, Audible Ltd, Apple Distribution International Ltd, Tiktok Pte. Ltd, serta The Walt Disney Company (Southeast Asia) Pte. Ltd.
 
"Sejauh ini, termasuk enam (entitas) yang kita tunjuk pada Juli lalu, tidak terdapat permasalahan yang berarti, jadi berjalan dengan baik," ungkapnya.
 
Adapun enam pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut PPN pada gelombang pertama adalah Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V, dan Spotify AB.
 
Ia menambahkan, DJP masih akan menambah jumlah entitas luar negeri yang bisa memungut PPN dalam waktu dekat. Meski begitu, dirinya tak bisa membeberkan siapa saja pelaku usaha yang bakal dikenakan pajak digital atas perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).
   
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif