Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Jadi Pijakan Naiknya Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia as-tiongkok
Nia Deviyana • 10 Januari 2020 06:33
Jakarta: Bank Dunia dalam rilis Prospek Ekonomi Global 2020 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global naik tipis pada tahun ini.
 
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan ada beberapa faktor yang membuat Bank Dunia optimistis. Hal tersebut menjelang ditandatanganinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok.
 
"Ini sangat krusial karena akan ada yang namanya hak intelektual perusahaan, yang seandainya jika disepakati, maka fase kedua akan lebih mudah dan perekonomian kembali normal," jelas Ibrahim saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 9 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ibrahim menambahkan, perang dagang selama ini berkontribusi pada perlambatan ekonomi karena Presiden AS Donald Trump menaikkan bea impor terhadap berbagai produk Tiongkok.
 
Peristiwa geopolitik yang terjadi antara AS dan Iran sejak pekan lalu sempat menimbulkan pesimisme ternyata tidak terjadi seperti yang dikhawatirkan.
 
Namun, meredanya konflik dan perekonomian yang mulai pulih meningkatkan optimisme pasar. Hal itu terlihat setelah Trump mengatakan akan menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan ke Iran atas serangannya ke pangkalan militer AS di Irak.
 
"Keputusan Trump untuk memilih sanksi daripada membalas kembali dengan serangan militer membuat pasar kembai stabil," imbuhnya.
 
Dengan langkah Trump itu, fokus pasar akan beralih kembali ke ekonomi global, dengan harapan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan menandatangani kesepakatan perdagangan fase satu yang diagendakan pada 15 Januari 2020.
 
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,5 persen pada tahun ini. Meski demikian, pertumbuhan kelompok negara-negara maju diperkirakan turun menjadi 1,4 persen pada 2020 karena melambatnya industri manufaktur.
 
Sementara itu, pertumbuhan di pasar dan ekonomi negara berkembang diperkirakan akan meningkat tahun ini menjadi 4,1 persen. Namun, peningkatan ini tidak berbasis luas meski ada peningkatan kinerja dari kelompok ekonomi besar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif