Indonesia mendorong keuangan berkelanjutan yang mudah diakses dan terjangkau dalam Pertemuan Pertama G20 Sustainable Finance Working Group (SFWG). FOTO: Kementerian Keuangan
Indonesia mendorong keuangan berkelanjutan yang mudah diakses dan terjangkau dalam Pertemuan Pertama G20 Sustainable Finance Working Group (SFWG). FOTO: Kementerian Keuangan

Indonesia Dorong Keuangan Berkelanjutan yang Mudah Diakses dan Terjangkau

Ekonomi KTT G20 Ekonomi Indonesia Indonesia Ketua G20 G20 ekonomi berkelanjutan
Eko Nordiansyah • 26 Januari 2022 09:37
Jakarta: Indonesia mendorong keuangan berkelanjutan yang mudah diakses dan terjangkau dalam Pertemuan Pertama G20 Sustainable Finance Working Group (SFWG). Pertemuan SFWG ini merupakan yang pertama di bawah Presidensi G20 Indonesia, yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
 
Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Dian Lestari mengatakan, pentingnya untuk menciptakan lingkungan yang membantu pasar keuangan agar dapat mencapai tujuan keberlanjutan, termasuk melalui penetapan kebijakan yang tepat.

 
"Penting untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk membantu pasar keuangan dapat mendukung upaya mencapai tujuan Perjanjian Paris dan Agenda 2030. Diskusi atas kebijakan publik yang mendorong pembiayaan dan investasi krusial dalam mendukung transisi yang adil dan terjangkau," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan SFWG pertama ini dipimpin co-chairs SFWG yakni Amerika Serikat dan Tiongkok dan dimoderatori oleh United Nations Development Programme (UNDP) untuk mendiskusikan rencana kerja SFWG 2022, meliputi laporan kemajuan G20 Sustainable Finance Roadmap yang telah didukung oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pada Oktober 2021.
 
Laporan akan meliputi pemantauan atas aksi yang telah dilaksanakan oleh negara anggota G20 secara sukarela baik di Jalur Keuangan (Finance Track) maupun Jalur Sherpa (Sherpa Track), organisasi internasional, dan jaringan serta inisiatif internasional lainnya, dengan memperhatikan aksi tersebut sesuai dengan detail di dalam roadmap.
 
Sebagaimana hasil diskusi pertemuan pertama Finance and Central Bank Deputies pada 9-10 Desember 2021 lalu, dalam pertemuan SFWG kali ini juga dibahas tiga topik rencana kerja 2022. Pertama, pengembangan kerangka keuangan transisi dan peningkatan kredibilitas komitmen lembaga keuangan.

Mendukung transisi ekonomi global

Kerangka ini bertujuan untuk membantu pasar keuangan mendukung transisi ekonomi global. Sedangkan peningkatan kredibilitas komitmen lembaga keuangan dalam hal ini sektor swasta dilakukan dengan menyusun best practice dalam implementasi komitmen pembiayaan net-zero dan pembiayaan terkait lainnya.
 
Kedua, peningkatan instrumen keuangan berkelanjutan, dengan berfokus pada aksesibilitas dan keterjangkauan. Termasuk di dalamnya akses ke pasar keuangan berkelanjutan global, mekanisme pengurangan risiko instrumen keuangan berkelanjutan, mengatasi kesenjangan pengetahuan terkait instrumen keuangan berkelanjutan khususnya bagi pemangku kepentingan terkait di negara berkembang dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

 
Ketiga, kebijakan publik yang mendorong pembiayaan dan investasi yang mendukung transisi. Pada topik ketiga ini dibahas mengenai dampak kebijakan publik pada pasar keuangan dan opsi kebijakan dengan mempertimbangkan keberagaman kondisi masing-masing negara.
 
Pertemuan pertama SFWG dihadiri oleh seluruh anggota G20, negara undangan dan organisasi internasional. Hasil-hasil pertemuan pertama SFWG akan dibawa ke pembahasan di pertemuan kedua Finance and Central Bank Deputies dan pertemuan pertama Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) yang akan dilaksanakan pada Februari 2021.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif