Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Kemampuan Membayar Utang RI Merosot, Begini Pembelaan Bappenas

Ekonomi IMF Utang Luar Negeri Bappenas
Eko Nordiansyah • 23 Juni 2021 15:02
Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menilai pengelolaan utang pemerintah tetap terjaga. Meskipun utang dan biaya bunga utang naik melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penerimaan negara.
 
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, utang pemerintah saat ini memang melampaui batas rekomendasi Dana Moneter Internasional (IMF) dan International Debt Relief (IDR) sebagaimana disebutkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
"Meski ada rasio-rasio yang kita ikutkan dari IDR, IMF, World Bank tapi kita lihat negara lain hampir tidak ada yang sebagaimana standar dipenuhi, baik standar IMF maupun standarnya IDR," kata dia dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Rabu, 23 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, saat ini utang pemerintah berada di level 39,4 persen dari PDB atau masih jauh di bawah batas yang diperbolehkan dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara. Bahkan jika melihat negara lain, utang mereka jauh lebih tinggi dari PDB-nya.
 
"Sesungguhnya banyak negara, seperti Tiongkok utangnya lebih besar dari PDB. Amerika Serikat (AS) juga diatas PDB. Kemudian, Jepang dua kali dari PDB-nya. Jadi kalau kita lihat dari hitungan nominal utang mereka, tapi sebagian besar berutang pada mata uang mereka sendiri," jelas dia.
 
BPK sebelumnya mencatat rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen melebihi rekomendasi IMF. Selain itu, rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan sebesar 19,06 persen dan rasio utang terhadap penerimaan sebesar 369 persen.
 
"Memang kalau kita hitung berdasarkan debt ratio terhadap penerimaan negara relatif memang tinggi. Inilah yang jadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama bagaimana menurunkan ke depan," pungkas Suharso.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif