Kiat Sri Mulyani Kejar Penerimaan Pajak di 10 Hari Terakhir

Suci Sedya Utami 21 Desember 2017 09:50 WIB
penerimaan pajak
Kiat Sri Mulyani Kejar Penerimaan Pajak di 10 Hari Terakhir
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Penerimaan pajak masih kurang Rp225,2 triliun untuk mencapai target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun hingga akhir tahun.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui sisa tersebut tak akan bisa terkejar di sisa waktu menuju akhir tahun. Dia bilang, bakal ada potensi shortfall sebesar Rp110 triliun hingga Rp130 triliun dalam penerimaan pajak tahun ini.

Menurut Ani, sapaan akrabnya, sisa penerimaan pajak yang mungkin dikejar dalam sisa waktu 10 hau terakhir yakni sekitar Rp100 triliun. Ani pun telah mengimbau pada perbankan untuk tetap beroperasi hingga Sabtu 30 Desember 2017 agar setoran ke negara tetap masuk.

"Untuk pajak kita akan terus melakukan pemantauan dan pengumpulan sampai dengan akhir tahun. Kita sudah minta perbankan beroperasi sampai 30 Desember hingga pukul tiga sore," kata Ani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 20 Desember 2017.

Dalam mengejar sisa penerimaan, ada beberapa strategi yang dilakukan Ani. Pertama, kata dia dengan melihat penerimaan pajak yang berasal dari seluruh korporasi maupun individu.

Kedua, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pihaknya juga melihat seluruh sektor, terutama yang berhubungan dengan kenaikan harga komoditas saat ini.

"Kita lihat data dari tax amnesty yang memiliki potensi penerimaan. Jadi kita menggunakan seluruh data-data yang ada," tutur dia.

Lebih lanjut, dirinya juga akan mengecek kinerja seluruh kantor pelayanan pajak (KPP) sesuai target yang diamanatkan. Dirinya menambahkan, ada beberapa KPP yang telah mencapai taget 100 persen di awal Desember.

"Kita track berapa mereka dekati target itu," jelas dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id