Mendag Sebut Penguatan USD Perlambat Laju Impor
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan sebagai respons langsung atas penguatan nilai dolar Amerika Serikat (USD) maka telah terjadi perlambatan kinerja impor di Agustus 2018. Total impor Agustus 2018 mencapai USD16,84 miliar atau turun 8,0 persen dari Juli 2018 (MoM) yang sebesar USD 18,29 miliar.

Mengutip data Kemendag, Sabtu, 6 Oktober 2018, jika dibandingkan dengan Juli 2018, impor nonmigas Agustus 2018 turun sebanyak 11,79 persen, sedangkan impor migas naik sebanyak 14,50 persen. Pemerintah terus berupaya mengendalikan kinerja impor agar tidak membebani ekonomi Indonesia.

"Secara kumulatif total impor Januari–Agustus 2018 mencapai USD124,19 miliar atau naik 24,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan nilai impor tersebut didorong oleh kenaikan impor seluruh klasifikasi barang," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, seperti dikutip dari keterangan resminya.

Barang modal naik sebanyak 29,2 persen, bahan baku/penolong naik 23,2 persen, dan barang konsumsi naik 27,4 persen (YoY). Sementara itu, barang konsumsi yang impornya meningkat  signifikan antara lain adalah alat angkutan bukan untuk industri, barang konsumsi tidak tahan lama, serta makanan dan minuman olahan untuk rumah tangga.



"Sedangkan untuk barang modal yang impornya naik adalah alat angkutan untuk industri dan barang modal bukan berupa alat angkutan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian telah meluncurkan kebijakan pengenaan Pajak Penghasilan (PPh)  terhadap barang impor yang sudah ada substitusinya di dalam negeri.

Kebijakan kenaikan PPh terhadap produk impor mulai 12 September 2018 diharapkan dapat mengurangi defisit atau bahkan mencapai surplus neraca perdagangan 2018. Pengenaan PPh  bertujuan untuk mengurangi impor barang-barang konsumsi yang sudah memiliki produk substitusi di dalam negeri.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id