Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Sri Mulyani Pasang Kuda-kuda Hadapi Konflik AS-Iran

Ekonomi pertumbuhan ekonomi
Damar Iradat • 09 Januari 2020 17:44
Jakarta: Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2020 membaik. Kendati begitu, dampak ketegangan Amerika Serikat-Iran di awal tahun tetap harus diwaspadai.
 
"Tahun ini kita masuk dengan sedikit optimisme karena waktu itu ada harapan lebih baik. Namun, suasana dua minggu pertama di 2020 kita lihat dimanika yang sangat tinggi dengan kejadian yang terjadi di Iran," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani (Ani) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Ani akan terus memantau sektor-sektor yang terdampak dari ketidakpastian global. Di antaranya harga komoditas, perdagangan internasional, hingga sentimen bagi iklim investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di satu sisi prediksi atau proyeksi itu lebih bagus itu kita welcome, kita oke, kita positif. Tapi di sisi lain kita tidak menutup mata terhadap munculnya risiko-risiko seperti yang muncul pada dua minggu ini," tutur dia.
 
Bank Dunia dalam rilis Prospek Ekonomi Global 2020 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global naik tipis 2,5 persen. Hal ini sejalan dengan investasi dan perdagangan yang secara bertahap mulai pulih meskipun risiko ekonomi masih membayangi.
 
Meski demikian, pertumbuhan kelompok negara-negara maju diperkirakan turun 1,4 persen pada 2020 karena melambatnya industri manufaktur. Sementara itu, pertumbuhan di pasar dan ekonomi negara berkembang diperkirakan meningkat menjadi 4,1 persen. Namun, peningkatan tidak berbasis luas meski ada peningkatan kinerja dari kelompok ekonomi besar.
 
Selain itu, sekitar sepertiga dari pasar dan ekonomi berkembang diproyeksikan melambat. Sebab, ekspor dan investasi lebih lemah dari perkiraan.
 

(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif