EKonom Faisal Basri. MI/Romy.
EKonom Faisal Basri. MI/Romy.

Faisal Basri: Percayalah, Nilai Investasi di Indonesia Besar

Ekonomi ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 23 Juli 2019 20:01
Jakarta: Strategi ekonomi yang cermat dan tepat dinilai wajib dilakukan oleh pemerintah. Kehadiran investasi pun perlu dipastikan membawa dampak yang besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Ekonom Faisal Basri mengatakan tidak ada yang salah dengan nilai investasi di Tanah Air. Investasi di Indonesia saat ini masuk yang tertinggi dibanding negara-negara di Asia.
 
"Percayalah investasi kita tidak kecil, 32,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), hanya kalah dari Tiongkok yang 40-an. Semua negara Asia di bawah 30 persen," ujar Faisal dalam sebuah diskusi di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia melanjutkan Indonesia juga saat ini sudah masuk jajaran top 20 negara untuk berinvestasi. Pengajar di Universitas Indonesia ini pun mengingatkan Presiden Joko Widodo agar lebih memaksimalkan hasil investasi ketimbang terus mendorong jumlahnya.
 
"Jadi investasi bukannya tidak nendang. Saya agak takut pak jokowi salah diagnosis, investasi tidak kecil tapi kok hasilnya kecil berarti kita bangunnya tidak efisien," ungkapnya.
 
Ia melanjutkan, masalah sebenarnya yang terjadi di Indonesia yakni pada tingginya nilai Incremental Capital output Ratio (ICOR) yang saat ini jauh lebih rendah dibandingkan zaman orde baru. Semakin tinggi nilai ICOR menunjukkan makin tidak efisiennya investasi di suatu negara.
 
"Utang bertambah per Maret tahun ini Rp4.600 triliun, 30,1 persen dari PDB. Perbandingannya enggak boleh semena-mena, AS utangnya 100 persen dari PDB tapi beban bunga enam persen , sementara kita 17 persen," paparnya.
 
Sebelumnya, Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan akan menghajar siapa pun yang menghambat investasi. Menurut Jokowi, membuka peluang investasi sebesar-besarnya merupakan kunci pembuka lapangan pekerjaan.
 
"Kita akan undang investasi seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada alergi kepada investasi karena cara ini untuk membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya," tutur Jokowi dalam pidato Visi Indonesia, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu, 14 Juli 2019.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyatakan, penghambat investasi akan dipangkas. Termasuk memangkas perizinan yang lambat dan berbelit-belit.
 
"Hati-hati, ke depan saya pastikan, akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan," ucapnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif