Ilustrasi perkebunan tembakau. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi perkebunan tembakau. Foto: Medcom.id.

Struktur Tarif Cukai Tembakau di RI Dinilai Paling Kompleks

Ekonomi tembakau cukai tembakau
Eko Nordiansyah • 01 Oktober 2020 19:57
Jakarta: Indonesia dinilai memiliki sistem tarif cukai yang paling kompleks di dunia. Struktur tarif cukai hasil tembakau terdiri dari empat komponen di antaranya jenis produksi yakni tangan dan mesin, golongan produksi mulai dua atau tiga golongan, rasa yaitu kretek atau putih, serta Harga Jual Eceran (HJE).
 
"Struktur cukai hasil tembakau super kompleks. Padahal di negara yang sudah lebih dulu mengarah ke pengendalian, sistemnya sederhana dengan jumlah tier yang sedikit," kata Ekonom Universitas Indonesia (UI) Vid Adrison dalam diskusi virtual, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Vid menjelaskan Indonesia saat ini memiliki 10 tier. Sebelumnya, pada 2017 pemerintah telah membuat roadmap simplifikasi hingga 2021 untuk menyederhanakan sistem dan golongan tarif cukai tersebut. Sayangnya pada 2018 ketentuan itu dicabut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Struktur cukai yang paling bagus itu kan spesifik dan simpel. Kita memang spesifik, tetapi kompleks. Struktur yang simpel dan spesifik justru lebih menguntungkan baik untuk tujuan pengendalian konsumsi tembakau maupun pemenuhan target penerimaan negara," jelasnya.
 
Dalam kesempatan sama, Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Renny Nurhasana menyatakan, pemerintah perlu menjalankan kembali simplifikasi struktur tarif cukai. Menurutnya, roadmap yang komprehensif diperlukan terutama terkait dengan pengendalian konsumsi rokok.
 
"Tarif cukai bisa lebih simpel jika simplifikasi kembali dijalankan, sehingga rokok menjadi lebih tidak terjangkau terutama bagi anak-anak," ungkap Renny.
 
Kebijakan simplifikasi struktur tarif telah tercantum pada Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Simplifikasi struktur tarif cukai juga menjadi rencana strategis Kementerian Keuangan dalam PMK 77 Tahun 2020.
 
Menanggapi hal ini, Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sunaryo mengatakan, bahwa simplifikasi struktur tarif cukai sampai saat ini masih belum ada penelitian yang membuktikan level mana yang terbaik untuk kebijakan cukai di Indonesia.
 
"Yang bisa menaungi segala kepentingan, itu yang paling penting. Saat ini terdapat pembahasan roadmap besar Industri Hasil Tembakau (IHT) oleh Kemenko Perekonomian sehingga guideline kebijakan ke depan bisa lebih komprehensif," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif