Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: MI/Galih Pradipta

Setelah Tumbuh Negatif, Ada Peluang Ekonomi Membaik

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi BPS
Eko Nordiansyah • 05 Agustus 2020 15:00
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ada beberapa indikator yang mengalami perbaikan pada Juni 2020. Hal ini menjadi harapan pada membaiknya pertumbuhan ekonomi, setelah sebelumnya terkontraksi 5,32 persen di kuartal II-2020.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat sejumlah sektor mulai menunjukkan perbaikan. Dirinya berharap semua pihak bersama-sama membangun optimisme untuk ekonomi di kuartal selanjutnya.
 
"Sejak adanya relaksasi PSBB di awal Juni sudah ada geliat dibandingkan apa yang terjadi pada Mei, meskipun masih jauh dari normal," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut data BPS, sektor transportasi udara internasional tumbuh 54,7 persen dari Mei 2020 ke Juni 2020, transportasi udara domestik juga naik 791,38 persen, angkutan kereta api penumpang naik 69,4 persen, dan angkutan laut penumpang naik 134,1 persen.
 
Selain itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) mengalami kenaikan sebesar 5,25 poin, yakni sebesar rata-rata 19,70 persen pada Juni 2020. Sementara PMI Manufaktur Indonesia dari IHS Markit selama tiga bulan terakhir juga naik berturut-turut dari 28,6 di Mei, 39,1 di Juni, dan 46,9 di Juli.
 
"Untuk kuartal III ini kita harus bergandeng tangan, optimistis, sehingga geliat ekonomi semakin bergerak. Tentunya salah satu kunci penting adalah penerapan protokol kesehatan. Ini menjadi kunci utama supaya covid-19 betul-betul tidak menyebar ke mana-mana," ungkap dia.
 
Suhariyanto menambahkan upaya pemerintah memulihkan ekonomi melalui berbagai stimulus diharapkan bisa segera terealisasi. Apalagi Presiden Joko Widodo telah menekankan bahwa semua pihak harus berupaya untuk memacu realisasi pencairan stimulus penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
 
"Kalau ini kita lakukan akan mendorong dari sisi demand, juga akan mendorong dari sisi supply, meningkatkan daya beli rumah tangga, akan menggerakkan UMKM, dan juga akan memengaruhi konsumsi pemerintah," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif