Ekonom Bank Permata Josua Pardede - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
Ekonom Bank Permata Josua Pardede - - Foto: Medcom/ Desi Angriani

Percepatan Serapan Anggaran PEN Diharap Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Ekonomi Inflasi BPS daya beli masyarakat
Husen Miftahudin • 02 September 2020 21:57
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti periode Agustus 2020 secara tahun ke tahun atau year on year (yoy) mengalami perlambatan ke level 2,03 persen. Hal ini menandakan tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat masih belum pulih di tengah meluasnya dampak pandemi covid-19.
 
"Dengan tekanan inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan tingkat konsumsi masyarakat cenderung masih dalam tren menurun dari awal tahun hingga pertengahan kuartal tiga 2020 ini," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepadaMedcom.id,Rabu, 2 September 2020.
 
Menurutnya, inflasi inti yang cenderung rendah terjadi lantaran daya beli yang belum membaik signifikan. Meskipun di satu sisi pemerintah sudah meluncurkan beberapa stimulus seperti pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan, hingga pemberian banpres produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Josua percaya percepatan penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh pemerintah dapat mendorong kembali daya beli masyarakat pada kuartal III-2020. Kondisi ini semakin diperkuat dengan gelontoran stimulus dan bantuan lanjutan pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan masyarakat kelas ekonomi bawah.
 
"Dengan peningkatan penyerapan belanja pemerintah termasuk anggaran PEN serta pemberian stimulus lanjutan dapat mengungkit daya beli masyarakat pada kuartal ketiga tahun ini," paparnya.
 
Sementara itu, pengamat ekonomi senior dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai terpuruknya daya beli utamanya didorong oleh anjloknya permintaan masyarakat kelas ekonomi bawah lantaran penurunan pendapatan. Di sisi lain, masyarakat kelas ekonomi menengah atas justru lebih memilih untuk menunda konsumsi.
 
Piter bilang, penurunan daya beli masyarakat bawah sudah dibantu dengan adanya berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah. Namun langkah itu dirasa belum cukup untuk mengembalikan konsumsi kembali pada level normal.
 
"Sementara masyarakat menengah atas selama masih ada pandemi akan menahan konsumsi. Artinya penurunan konsumsi selama masih ada pandemi adalah kondisi yang tidak terelakkan," ucapnya.
 
Meskipun demikian Piter optimistis perekonomian nasional sudah menunjukkan arah perbaikan. "Apabila pandemi nanti berlalu, maka perbaikan ekonomi akan bisa lebih cepat," jelas dia.
 
Sebelumnya Kepala BPS Suhariyanto mengakui daya beli masyarakat masih belum pulih karena pandemi covid-19. Hal ini tercermin dari tren tahunan inflasi inti yang terus menurun.
 
Adapun inflasi inti pada Agustus 2020 sebesar 0,29 persen (mtm) dengan andil inflasi sebanyak 0,19 persen. Inflasi inti pada Agustus 2020 ini sebenarnya mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 0,16 persen (mtm), namun secara tren tahunan inflasi inti terus mengalami penurunan.

 
"Kalau kita lihat tren tahunannya inflasi inti terus mengalami penurunan dan pada Agustus 2020 ini inflasi intinya (tahun ke tahun) hanya sebesar 2,03 persen. Ini menunjukkan daya beli masyarakat masih belum pulih karena pandemi covid-19," kata Suhariyanto kemarin.
 
Di sisi lain, Bank Indonesia menyampaikan bahwa rendahnya inflasi inti Agustus 2020 dipengaruhi perlambatan permintaan domestik akibat meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia. Tekanan inflasi inti juga bersumber dari inflasi biaya pendidikan yang meningkat sesuai dengan pola musimannya.
 
"Dengan perkembangan ini, inflasi inti secara tahunan cukup rendah yakni 2,03 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi inti Juli 2020 sebesar 2,07 persen (yoy)," urai Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif