BI Yakin Minat Investor Asing Meningkat Seiring Kenaikan Suku Bunga Acuan

Eko Nordiansyah 29 Juni 2018 18:57 WIB
bank indonesia
BI Yakin Minat Investor Asing Meningkat Seiring Kenaikan Suku Bunga Acuan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan minat investor asing. Pasalnya kenaikan suku bunga bank sentral akan membawa imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) menjadi lebih kompetitif.

Sebelumnya, suku bunga acuan BI dinaikan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Adapun sejak awal tahun bank sentral tercatat telah menaikkan BI 7 day reverse repo rate sebesar 100 bps dari sebelumnya 4,25 persen.

"Ini akan membawa imbal hasil pasar keuangan Indonesia khususnya fix income yang menarik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Juni 2018.

Dirinya menambahkan instrumen pendapatan tetap (fix income) yang meningkat tersebut dapat menambah supply dolar AS. Hal ini tentunya akan membuat mata uang rupiah kembali menguat di tengah tekanan dolar AS terhadap hampir semua mata uang di dunia.

"Kenaikan 50 bps ini akan lebih banyak menarik inflow, khususnya dalam bentuk fix income. Dengan masuknya inflow, khususnya fix income khusunya SBN semakin menambah supply dolar AS, karenanya akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," jelas dia.

Berdasarkan data Asian Development Bank (ADB), yield SBN bertenor sepuluh tahun masih tercatat tinggi di level 7,89 persen. Angka ini bahkan tertinggi dibandingkan negara Asia lainnya, seperti Filipina yang sebesar 6,4 persen, Vietnam sebesar 4,8 persen, Malaysia 4,2 persen, dan Tiongkok sebesar 3,6 persen.

 



(AHL)