Ilustrasi. Foto: Antara/Wahyu Putro
Ilustrasi. Foto: Antara/Wahyu Putro

Kerugian Ekonomi Capai Rp145,64 Triliun di Kuartal II 2020

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 06 Agustus 2020 16:45
Jakarta: Institute Development of Economic and Finance (Indef) menyebut kerugian ekonomi pada kuartal II-2020 mencapai Rp145,64 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. Terlebih ekonomi kuartal II-2020 tercatat minus 5,32 persen secara year on year (yoy).
 
"Artinya apa? Bahwa kerugian besar sekali yang diterima oleh ekonomi negara ini," Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad dalam video conference di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Menurut Tauhid, pada saat bersamaan pemerintah sudah menggelontorkan Rp69 triliun, sehingga kerugian bisa saja lebih besar. Di samping itu, kerugian akibat penurunan pertumbuhan ekonomi juga bisa menyebabkan bertambahnya tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita lihat sekarang berbagai proyeksi soal penambahan pengangguran jauh lebih tinggi, kemiskinan bisa sampai lebih dari lima sampai 10 juta, PHK bisa sampai 10 juta dan ini menurut saya suatu konsekuensi yang harus ditanggung ketika kita mengalami situasi resesi," ungkapnya.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen secara year on year (yoy). Kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II sebagai dampak dari tekanan pandemi covid-19.
 
Dibandingkan kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh negatif 4,19 persen. Sementara secara kumulatif untuk semester I-2020, ekonomi Indonesia tumbuh minus 1,26 persen dibandingkan dengan semester I tahun lalu.
 
Seluruh komponen pertumbuhan ekonomi juga mencatat pertumbuhan negatif di kuartal II-2020, yaitu konsumsi rumah tangga minus 5,51 persen, investasi minus 8,61 persen, ekspor minus 11,66 persen, konsumsi pemerintah minus 6,9 persen, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) minus 7,76 persen, dan impor minus 16,96 persen.
 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif