Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Gubernur BI Optimistis Ekonomi RI Bisa Tembus 6%

Ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 04 Maret 2019 14:08
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis perekonomian Indonesia akan terus mengalami perbaikan. Meski, kondisi ekonomi global masih dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.
 
"Kalau negara lain tidak tahan dengan ketidakramahan dunia, Alhamdulillah kita tahan. Bahkan kita tidak hanya menjaga stabilitas, tapi cenderung naik," ujar Perry dalam sebuah diskusi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019.
 
Sebenarnya, jelas dia, ekonomi Indonesia bisa mentereng di 2018. Ini terlihat dari pertumbuhan di beberapa komposisi ekonomi dalam negeri, seperti konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh di atas lima persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi kenapa kuotanya 5,17 persen (pertumbuhan ekonomi RI di 2018), itu karena ekspornya, lupa produksi dalam negeri. Jadi kita perlu naikkan value added (nilai tambah) biar impornya tidak tinggi," bebernya.
 
Meskipun begitu, ketahanan ekonomi RI masih kuat dalam menghadapi gejolak perekonomian global. Kondisi ini membuat Perry percaya, ekonomi Indonesia bisa tembus enam persen dalam empat hingga lima tahun ke depan.
 
"Optimistis pertumbuhan tinggi, rupiah stabil, inflasi rendah. Ke depan Insyaallah sepanjang ada kontinyuitas ini bisa ke arah enam persen dalam empat sampai lima tahun ke depan," tegas dia.
 
Untuk mencapai hal itu, bank sentral meracik 'lima jamu' dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kelima jamu tersebut ialah meracik kebijakan moneter, kebijakan makropudensial, sistem pembayaran, pengendalian pasar keuangan, serta keuangan syariah.
 
"Kami dibekali ilmu, saat ada ketidakpastian harus mampu meramu jamu agar bisa jaga badan biar enggak panas dingin. Saat ada terpaan angin global yang tidak ramah, badan kita harus tumbuh kuat, ada beras kencur. Ini ilmu jamu. Nah kita ada lima jamu," tutur Perry.
 
Selain itu, sambungnya, BI juga punya tiga strategi jitu untuk mendorong ekonomi dalam negeri yang semakin kuat. Pertama, mengintensifkan koordinasi antara bank sentral dengan pemerintah dan kementerian/lembaga terkait.
 
Kemudian, fokus terhadap bauran kebijakan fiskal dan moneter seiring memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membangun keuangan digital. Terakhir, BI berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai stakeholder.
 
"Kami bangun sinergi, sinergi, sinergi. Waktu yang saya habiskan dengan bertemu pengusaha, perbankan, itu adalah bagaimana yang harus kita lakukan bersama untuk membangun ekonomi kita ini," tutup Perry.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif