Sri Mulyani Beberkan Upaya Pemerintah Sehatkan APBN

Eko Nordiansyah 23 Oktober 2018 14:07 WIB
apbn
Sri Mulyani Beberkan Upaya Pemerintah Sehatkan APBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP)
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan upaya pemerintah dalam menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, APBN sempat mengalami tekanan terutama dalam hal defisit.

"APBN mengalami tekanan paling berat pada 2015, karena defisitnya dalam," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan, pada 2015 ekonomi mengalami tekanan akibat penurunan harga komoditas, terutama minyak, batu bara, dan kelapa sawit. Dengan banyaknya program ekonomi, maka pemerintah diharuskan tetap menggunakan instrumen APBN.

"Di dalam rangka menolong ekonomi untuk tetap meningkat, karena banyak program-program pembangunan yang urgent dan ekonominya mendapatkan tekanan. Entah itu harga komoditas turun, minyak dan bukan minyak, semuanya mengalami penurunan," jelas dia.

Namun setelahnya pemerintah terus menggenjot penerimaan perpajakan demi menyehatkan APBN. Hal ini bisa dilihat dari membaiknya defisit APBN yang ditargetkan sebesar dua persen dari PDB di akhir 2018, serta keseimbangan primer yang hingga September hanya Rp2,4 triliun.

"APBN sehat karena penerimaan perpajakan kita meningkat. Dari kontribusi, 74 persen dari total pendapatan negara 2014 dari sektor perpajakan. Pada 2018 meningkat jadi 81 persen. APBN kita makin mengandalkan penerimaan perpajakan. Kontribusi dari penerimaan perpajakan menyebabkan defisit kita turun," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id