NEWSTICKER
Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS.
Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS.

IMF Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Global 2021 Membaik

Ekonomi pertumbuhan ekonomi sri mulyani virus corona
Eko Nordiansyah • 24 Maret 2020 19:27
Jakarta: Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan negatif. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat membahas dampak penyebaran virus korona (covid-19) yang menjangkiti hampir semua negara di dunia.
 
Dalam pertemuan virtualnya antara menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 kemarin, Managing Director International Montery Fund (IMF) Kristalina Georgieva memperkirakan pertumbuhan ekonomi global jauh di bawah perkiraan sebelumnya yakni tiga persen.
 
"Dalam pembukaan, managing director IMF menyampaikan, 2020 proyeksi pertumbuhan ekonomi global dipastikan negatif. Ini artinya akan terjadi kontraksi jauh lebih rendah dari yang dibayangkan," kata Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Sri Mulyani menyebut jika IMF optimistis pertumbuhan ekonomi akan membaik di tahun depan. Asalkan negara-negara di dunia mau bersama-sama mencegah dampak lanjutan akibat covid-19 ini tidak menyebar ke sektor lainnya.
 
"Menteri keuangan (Arab) Saudi dalam pembukaannya mengatakan, dunia menghadapi ancaman covid-19 yang sejak Februari ternyata telah berkembang sangat cepat dan ganas yang mempengaruhi sisi supply dan demand dari perekonomian global di semua negara," ungkapnya.
 
"Sehingga mission dari G20 perlu untuk direkonsilidasikan dalam rangka bisa merespons apa yang disebut terjadinya global threat atau tantangan global terhadap manusia, keselamatan dan kesehatan, dan terhadap ekonomi dan keuangan," lanjut dia.
 
Oleh karenanya, stabilitas keuangan menjadi penting untuk memastikan ekonomi tidak terpuruk lebih dalam. Beberapa bank sentral negara anggota G20 bahkan telah berinisiatif melakukan kerja sama swap line.
 
Sementara itu, Financial Stability Board (FSB) menekankan otoritas dan insititusi keuangan agar lebih fleksibel terhadap aturan internasional yang ada saat ini demi memastikan aktivitas keuangan masih berjalan.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif