Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Pemerintah Akui Susahnya Tagih Piutang Negara Rp75,3 Triliun

Ekonomi Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Eko Nordiansyah • 04 Desember 2020 18:43
Jakarta: Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku pesimistis seluruh piutang negara bisa ditagih. Pasalnya dari total piutang negara mencapai Rp75,3 triliun, hanya Rp2,26 triliun saja yang bisa dilakukan penagihan.
 
Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain DJKN Lukman Efendi mengatakan tak mudah untuk bisa menagih piutang negara tersebut. Apalagi keseluruhan piutang tersebut merupakan akumulasi dari piutang yang sudah ada sejak dulu.
 
"Karena utang tersebut sejak dahulu kala, tidak seluruhnya bisa diketahui atau ditelusuri. Apakah ada dokumen dan besarannya, apakah debiturnya masih hidup, dan apa saja barang jaminannya," kata dia dalam video conference di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, DJKN berupaya melakukan transformasi pengelolaan piutang negara. Apalagi setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 163/PMK.06/2020 tentang Pengelolaan Piutang Negara pada Kementerian/Lembaga (K/L), Bendahara Umum Negara (BUN) dan Pengurusan Sederhana oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
 
Lukman menambahkan, kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini juga menyulitkan pemerintah untuk melakukan penagihan. Penagihan piutang ini tidak bisa dilakukan secara online. Sebab bisa jadi ada upaya penyitaan aset yang tidak bisa dilakukan hanya melalui online saja.
 
"Karena ini kan kebanyakan yang ada di PUPN itu piutang-piutang yang lama sekali dan sulit diselesaikan. Makanya upaya-upaya itu kita lakukan semua, termasuk dengan dicekal ke luar negeri. Jadi bukan pilih kasih, semua yang punya itu kita akan lakukan upaya-upaya seperti itu," ungkap dia.
 
Saat ini piutang negara tercatat ada sebanyak 59.514 Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) dengan outstanding yang jumlahnya Rp75,3 triliun.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif