Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Bappenas)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Bappenas)

Bappenas: Jalan Tol Sumatera Penggerak Perekonomian Masyarakat

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bappenas ekonomi indonesia
Antara • 14 Agustus 2019 15:04
Medan: Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pada 2024 jalan tol yang dibangun di wilayah Sumatera akan dapat dijadikan penggerak pengembangan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar pembangunan infrastruktur tersebut.
 
"Di Sumatera sedang dibangun Jalan Tol Lintas Sumatera, dengan harapan ekonomi di wilayah Sumatera dapat berkali-kali lipat," kata Bambang, saat pembukaan Konsultasi Regional Wilayah Sumatera Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020-2024, di Medan, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Menurut dia jalan tol tersebut dapat menghubungkan simpul-simpul di Sumatera, misalnya, Kawasan Industri Sei Mangke di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara didesain sebagai pusat pengembangan industri turunan kelapa sawit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berarti Sei Mangke butuh input Crude Palm Oil (CPO) yang datang dari berbagai tempat, dan supaya palm oil itu sampai di pabrik maka butuh akses, dan akses ini disediakan jalan tol," ujar Bambang.
 
Ia menyebutkan kawasan industri perlu tersambung lancar dengan inputnya, dan ingin Sumatera melakukan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam. Sumatera kaya sumber daya alam, tetapi daerah itu harus bisa mengkapitalisasi nilai tambah.
 
Kalau punya sawit maka harus menjadi pengekspor nilai tambah sawit. Nilai tambah juga harus diciptakan di tempat sumber daya alam itu berada. Karena itu, jalan tol menjadi koridor jawasan industri. Begitu ada jalan tol, kawasan industrinya masuk.
 
Pada 2024, Jalan Tol Lintas Sumatera diharapkan sudah tersambung dari Banda Aceh hingga Bandar lampung. Untuk itu, dia mengajak seluruh gubernur di Sumatera agar memiliki tekad yang sama. "Jadi, yang nanti menikmati nilai tambah dari sawit harus Sumatera itu sendiri, apakah Riau, Sumatera Utara, ataupun Sumatera Selatan,” ucap dia.
 
Bambang menjelaskan pembangunan wilayah Sumatera akan diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mempunyai magnitude ekonomi memadai dengan orientasi daya saing nasional dan internasional serta pengembangan hub internasional sebagai outlet di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan tujuh strategi utama.
 
Pertama, mengembangkan komoditas unggulan kelapa sawit, kakao, karet, dan kopi, dan hilirisasi komoditas unggulan yang berpotensi memiliki nilai tambah tinggi. Kedua, mengembangkan potensi pariwisata daerah sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi lokal. Ketiga, memperkuat ketahanan bencana pantai barat Sumatera.
 
Keempat, meningkatkan kualitas pelayanan transportasi perkotaan, sanitasi dan air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah. Kelima, pembangunan jaringan jalan tol Lintas Sumatera yang dipadukan dengan jaringan multi moda pelabuhan, bandara, dan jalan non-tol.
 
Keenam, memperkuat konektivitas dan memantapkan sistem logistik wilayah dalam mendukung industrialisasi khususnya di koridor pesisir timur wilayah Sumatera. Ketujuh, mengendalikan alih fungsi lahan dan mencegah pembakaran lahan gambut.
 
Selanjutnya, prioritas pengembangan Sumatera diarahkan pada pengembangan kawasan Metropolitan Medan dan Metropolitan Palembang. "Beberapa isu mendasar Sumatera yang masih perlu ditangani dengan lebih serius adalah belum optimalnya pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif